Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur: Sebanyak 57.195 Rumah Tangga Jadi Penggerak Peternakan

📅 Senin, 05 Okt 2026, 14:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur: Sebanyak 57.195 Rumah Tangga Jadi Penggerak Peternakan Doc: ANTARA
Ket. Peternakan sapi di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim.

SAMARINDA– Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur mencatat sebanyak 57.195 rumah tangga usaha peternakan menjadi penggerak utama sektor peternakan daerah.

"Keberadaan puluhan ribu rumah tangga peternakan ini menjadi pilar strategis dalam menjaga ketersediaan pangan protein hewani bagi seluruh masyarakat," kata Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno, di Samarinda, Senin (05/10).

Arief Murdiyatno menjelaskan bahwa puluhan ribu rumah tangga peternak tersebut tersebar secara aktif pada sepuluh kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Pendataan komprehensif populasi serta kapasitas produksi rumah tangga peternakan terus diperbarui guna mendukung perumusan kebijakan pembangunan subsektor peternakan daerah.

"Penguatan kapasitas produksi peternak lokal dilaksanakan melalui pendampingan teknologi budidaya, penjaminan standardisasi bibit, serta optimalisasi ketersediaan pakan," ujar Arief.

Berdasarkan rekapitulasi data statistik DPKH Kaltim, populasi ternak ayam ras pedaging di daerah tercatat mampu menembus angka 60,4 juta ekor.

Hasil produksi daging ayam pedaging lokal Kalimantan Timur mampu menyumbang ketersediaan pangan sebesar 70,6 ribu ton guna memenuhi kebutuhan konsumsi warga

"Pemerintah daerah memberikan fasilitasi bimbingan teknis formulasi ransum pakan lokal guna menekan beban biaya operasional budidaya para peternak," tutur Arief.

Di samping itu, DPKH Kaltim juga terus mengembangkan program Pengembangan Desa Korporasi Ternak serta mengoptimalkan penerapan sistem integrasi sapi dan sawit.

Integrasi peternakan sapi dengan kawasan perkebunan kelapa sawit dan perhutanan sosial terbukti efektif meningkatkan efisiensi lahan sekaligus menambah pendapatan ekonomi peternak.

"Sinergi terpadu antara kelompok peternak, dunia usaha, serta pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memperkuat kemandirian pangan hewani," kata Arief.

Pelaksanaan program bantuan bibit ternak serta pendampingan pelayanan kesehatan hewan diwujudkan secara merata guna memastikan keberlanjutan usaha peternak di tingkat desa.

Pihaknya memaparkan peningkatan Indeks Nilai Tukar Petani Peternakan serta pertumbuhan ekonomi subsektor peternakan terus dipacu seiring meningkatnya kebutuhan pangan daerah dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Kami sangat optimistis penguatan kelembagaan rumah tangga peternak mampu mendongkrak daya saing produk komoditas peternakan Kalimantan Timur," kata Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Bogor Pastikan Layan...
Megapolitan
Wali Kota: Warga Kini Bisa ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Dorong Pengelo...
Megapolitan
Pelajar Jadi Agen Kampanye ...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.