Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terkait Mekanisme Elpiji 3 Kg, Pemprov DKI Harus Sering Berdiskusi dengan Pusat

📅 Selasa, 11 Feb 2025, 18:24 WIB | Oleh:
Terkait Mekanisme Elpiji 3 Kg, Pemprov DKI Harus Sering Berdiskusi dengan Pusat Doc: ANTARA/Puspa Perwitasari
Ket. Pedagang makanan keliling pengguna elpiji tiga kilogram mempersiapkan lapak di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (12/9).

JAKARTA - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan pihaknya harus sering berdiskusi dengan pemerintah pusat terkait mekanisme penyaluran elpiji 3 kg.

“Ke depan kita rapat dengan Pemerintah Pusat, mekanisme dan tentunya masalah tepat sasarannya seperti apa? Jangan sampai subsidi itu di orang yang nggak berhak. Itu saja sebenarnya yang kita mau benahi,” kata Hari di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut Hari menjelaskan, diskusi dengan pemerintah pusat juga termasuk tentang siapa saja yang berhak menerima elpiji 3 kg. Terkait hal itu, perlu adanya pemeriksaan silang antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, hingga Pertamina agar penyaluran bisa tepat sasaran.

“Yang kedua, Pergub (Peraturan Gubernur) Nomor 4 tahun 2015 itu, dulu kan pengawasnya Dinas Perindustrian Energi (DPE). Sekarang sudah bubar. Jadi memang, Pergub itu harus segera direvisi. Karena dinasnya sudah nggak ada, siapa yang harus mengawasi? Nanti akan dibahas, di situlah nanti Dinas mengawasi ini, ini, ini,” jelas Hari.

Hari menjelaskan mengingat kondisi ini bersifat darurat dan mendesak maka menurutnya, revisi Pergub tersebut tak perlu menunggu adanya gubernur Jakarta yang baru.

Kendati demikian, Hari mengatakan bahwa revisi pergub tersebut membutuhkan waktu untuk dikaji.

“Kalau ini kan sifatnya darurat dan mendesak nih. Menurut saya seharusnya nggak perlu menunggu gubernur baru, Pj (Penjabat) Gubernur mungkin bisa langsung (merevisi). Tergantung dari mekanismenya, harus mulai tahap kajian, nanti kan perlu waktu. Kalau memang harus segera yang harus disegerakan,” kata Hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.