Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Ketahanan Pangan dan Energi, Inkowapi Dorong Pemanfaatan Jelantah untuk Bioavtur

📅 Selasa, 11 Feb 2025, 18:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dukung Ketahanan Pangan dan Energi, Inkowapi Dorong Pemanfaatan Jelantah untuk Bioavtur Doc: istimewa
Ket. Indonesia memiliki potensi minyak jelantah yang besar, diperkirakan bisa mencapai 1-3 juta ton per tahun, yang bisa dimanfaatkan sebagai energi ramah lingkungan bioavtur

JAKARTA- Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) bersama Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) melakukan inovasi untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Bersama masyarakat, mereka menyulap minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai menjadi bahan bakar penerbangan atau bioavtur. 

Inovasi ini terwujud melalui kolaborasi bersama Greenia. Ini pengembangan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan diwujudkan dalam penyediaan bahan bakar minyak (BBM). 

Ketua Umum Inkowapi, Sharmila Yahya mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi minyak jelantah yang besar, diperkirakan bisa mencapai 1-3 juta ton per tahun, yang bisa dimanfaatkan sebagai energi ramah lingkungan bioavtur.

 ”Minyak jelantah sendiri bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat Sustainable Aviation Fuel (SAF). Ini adalah inovasi yang bisa dilakukan kalangan masyarakat secara mandiri,” ujar Sharmila saat peluncuran Gerakan Mengubah Minyak Jelantah Menjadi Bioavtur di Jakarta, Selasa (11/2). 

Dalam proses menyulap minyak jelantah menjadi bioavtur, CEO Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) ini mengungkapkan pihaknya mendorong inisiasi menukar minyak jelantah dengan sembako. Dengan mengajak kesadaran masyarakat akan pentingnya bahan bakar ramah lingkungan, Inkowapi dan Sahara rela menukar minyak goreng bekas pakai untuk ditukar dengan beras, gula, minyak goreng baru hingga kecap dan mie instan. 

“Ternyata masyarakat senang bisa mendapatkan sembako ditukar dengan jelantahnya. Langkah ini justru cukup membantu menstabilkan income dan ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat keluarga dalam efisiensi pengeluaran untuk kebutuhan sembako,” ungkapnya. 

Hingga saat ini telah terbentuk 2000 titik pengumpul minyak jelantah yang tersebar di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Dengan keberhasilan mengubah minyak jelantah menjadi bioavtur ini, Inkowapi, Sahara beserta Greenia ke depannya menargetkan akan mengaplikasikan inovasi tukar jelantah dengan sembako ini untuk bisa menghasilkan bioavtur secara masif di seluruh daerah. "Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendaur ulang minyak jelantah agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi biofuel. Spiritnya dari dapur untuk bioavtur,” tegas Sharmila.  

Upaya inovatif ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dengan mengusung spirit ekonomi One Sahara for Food and Energy. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
Rona
Belajar Bisnis dari Kisah Y...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.