Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petugas Siap Bantu Warga Akses 'Satu Sehat Mobile'

📅 Minggu, 09 Feb 2025, 20:15 WIB | Oleh:
Petugas Siap Bantu Warga Akses 'Satu Sehat Mobile' Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dijumpai di Puskesmas Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (9/2).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebutkan petugas kesehatan di puskesmas siap membantu warga yang kesulitan mengakses aplikasi "Satu Sehat Mobile" (SSM) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang mulai dilaksanakan secara nasional pada Senin (10/2).

"Kalau ada warga yang kesulitan atau belum mendonwload (mengunduh) "Satu Sehat Mobile' itu sudah bisa dibantu," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan masyarakat perlu melakukan registrasi secara daring melalui aplikasi agar membantu petugas puskesmas lebih cepat melakukan pelayanan.

"Ketika mendaftar di 'Satu Sehat Mobile', pasien mengisi data diri lalu ada skrining mandiri apakah ada risiko merokok atau tidak, risiko jantung dan lainnya. Itu menjadi informasi awal bagi kami untuk melakukan skrining," jelas Ani.

Nantinya, warga yang sudah mendaftar bisa datang ke puskesmas pada waktu yang telah ditentukan. Terdapat 44 puskesmas yang ada di tiap kecamatan yang siap membantu warga memeriksa kesehatannya secara gratis.

Setelah selesai dilaksanakan pemeriksaan, warga akan mendapatkan edukasi kesehatan agar target program cek kesehatan gratis dapat lebih maksimal.

"Karena dari cek kesehatan gratis itu kami ingin cek risiko penyakit, sehingga bisa dicegah. Kemudian, menentukan deteksi dini dari penyakit, sehingga kalau ada penyakit-penyakit yang ditemukan bisa diobati secara dini," ujarnya.

Selain itu, tambah dia, pemerintah ingin membangun pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pola hidup sehat.

Ani mengingatkan program yang akan dijalankan secara nasional tersebut tidak termasuk pengobatan dan tindakan bila nantinya ditemukan penyakit.

"Jadi, misalnya cek gigi, ketika mengakses poliklinik gigi yang dilakukan adalah diperiksa semua ada yang bolong enggak, dan lainnya. Yang bolong tidak ditambal," ujar dia.

Adapun pengobatan dan tindakan, nantinya menggunakan mekanisme terpisah baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.