Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKSDA kaji rencana pembukaan jalur pendakian tiga gunung di Sumbar

📅 Minggu, 02 Feb 2025, 16:15 WIB | Oleh:
BKSDA kaji rencana pembukaan jalur pendakian tiga gunung di Sumbar Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Padang -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih mengkaji rencana pembukaan jalur pendakian tiga gunung yang berada di bawah naungan instansi tersebut.

"Ketiganya Gunung Singgalang, Gunung Tandikat, dan Gunung Sago Malintang," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Provinsi Sumbar Dian Indriati di Padang, Sabtu.

Saat ini, BKSDA masih melakukan kajian mendalam dengan berbagai pihak kemungkinan ketiga gunung itu kembali dibuka untuk pendakian umum. Kajian tersebut meliputi pemasangan rambu-rambu pendakian, standar operasional prosedur, serta sarana dan prasarana pendukung aspek keselamatan.

"Jadi, semuanya yang menyangkut aspek keselamatan kita kaji dulu sebelum ketiga gunung ini dibuka bagi umum," ujar dia.

Secara keseluruhan terdapat empat gunung di bawah kewenangan BKSDA yang ditetapkan sebagai taman wisata alam atau TWA. Keempatnya yakni TWA Marapi, TWA Gunung Singgalang Tandikat serta TWA Gunung Sago Malintang.

Selain mendukung upaya konservasi lingkungan, keberadaan gunung ini juga diharapkan memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat dengan tetap memerhatikan serta mengutamakan sisi keselamatan pengunjung.

Gunung Marapi yang secara administrasi berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar telah ditutup permanen setelah melalui sejumlah pertimbangan, serta usulan dari berbagai pihak.

Kendati demikian, apabila nantinya gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut kembali normal, atau turun ke Level I maka BKSDA bersama pihak terkait kembali melakukan kajian tentang kemungkinan kembali dibuka untuk umum.

Nantinya, apabila Gunung Marapi kembali dibuka untuk umum maka para pendaki tidak diperbolehkan sampai puncak, dan hanya diizinkan berkegiatan di luar radius tiga kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).

"Wacananya, kalau tidak erupsi lagi tentunya akan dibuka untuk kamping dan tentunya di luar radius tiga kilometer," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Asisten Ombudsman Sumbar Adel Wahidi mengatakan penutupan permanen pendakian Gunung Marapi setelah adanya kesepakatan bersama antara institusi itu dengan BKSDA Sumbar, Pemerintah Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar.

Menurut dia, langkah ini penting dilakukan untuk memberikan pesan atau informasi kepada masyarakat luas bahwa gunung api tersebut tidak boleh didaki karena berbahaya bagi keselamatan.

Adel mengkhawatirkan masih ada masyarakat yang nekat naik karena beranggapan status gunung api sudah turun level. Oleh karena itu, keempat instansi bersepakat menutup permanen pendakian Gunung Marapi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

13 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.