Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka Mulai 24 April

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 16:17 WIB | Oleh:
Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka Mulai 24 April Doc: ANTARA/Irfan Sumanjaya
Ket. Kawasan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Jawa Timur.

MALANG, JAWA TIMUR -- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru per tanggal 24 April 2026, setelah sebelumnya sempat ditutup sejak 19 November 2025.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis mengatakan, pembukaan jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa ini merupakan keputusan yang diambil setelah dilakukan koordinasi multipihak.

"Aktivitas di jalur pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai 24 April 2026," kata Rudi.

Pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru tertuang di dalam Surat Pengumuman dari Balai Besar TNBTS Nomor: PG.6/T.8/TU/KSA.04.01/B/04/2026 yang diterbitkan pada Rabu (22/4).

Pada surat tersebut dijelaskan bahwa batas akhir pendakian ditetapkan sampai kawasan Ranu Kumbulo.

Dengan adanya batasan tersebut para pendaki tak boleh melakukan aktivitas pendakian hingga ke area puncak gunung tersebut.

Rudi menyampaikan, masyarakat yang ingin mendaki Semeru diharuskan membeli tiket secara daring melalui laman resmi Balai Besar TNBTS di http://bromotenggersemeru.id pada H-2 sebelum hari pendakian.

Adapun kuota pendakian yang dibuka oleh pihak balai besar, yakni sebanyak 200 orang per hari dengan durasi dua hari satu malam.

"Bagi pendaki yang sudah melakukan pemesanan secara online pada 19 November sampai dengan 18 Desember 2025 dapat melakukan reschedule atau penjadwalan ulang melalui tautan https://bit.ly/reschedule-semeru-2026," kata dia.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengimbau kepada seluruh calon pendaki supaya mengikuti semua standar operasional prosedur (SOP) pendakian Gunung Semeru yang telah diperbarui, seperti masuk dari jalur resmi di Ranu Pani hingga membawa kelengkapan administrasi.

Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menambahkan, untuk mengantisipasi adanya pendaki yang melakukan pendakian hingga ke area puncak, maka pihaknya mewajibkan penggunaan pemandu pendakian lokal.

"Itu sebagai upaya mengantisipasi adanya pendaki yang pergi ke puncak," ucap Endrip.

Sebagai informasi, penutupan jalur pendakian di Semeru pada 19 November dikarenakan saat itu gunung tersebut mengalami erupsi, sehingga berpotensi mengancam keselamatan para pendaki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.