Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OpenAI: Deepseek Mencoba Meniru Teknologi AI Amerika Serikat

📅 Jumat, 31 Jan 2025, 01:00 WIB | Oleh:
OpenAI: Deepseek Mencoba Meniru Teknologi AI Amerika Serikat Doc: istimewa
Ket. Persaingan Teknologi AI

WASHINGTON – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) terus mengalami kemajuan pesat di berbagai belahan dunia. Salah satu pemain terbaru yang mencuri perhatian adalah Deepseek, perusahaan teknologi asal Tiongkok yang dikabarkan tengah berupaya meniru dan menyaingi kemajuan AI yang dikembangkan di Amerika Serikat (AS).

Pembuat ChatGPT, OpenAI pada hari Rabu (29/1) mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Tongkok secara aktif berupaya untuk meniru model Artificial Intelligence (AI) canggihnya, mendorong peningkatan langkah-langkah keamanan dan kerja sama yang lebih erat dengan otoritas AS.

Dikutip dari The Hindu, pernyataan OpenAI muncul setelah perusahaan rintisan Tongkok, DeepSeek memicu kepanikan di Wall Street minggu ini dengan chatbot canggihnya yang dikembangkan dengan biaya jauh lebih murah dibandingkan pesaingnya di AS.

Kinerja DeepSeek telah memicu gelombang tuduhan bahwa ia telah merekayasa ulang kemampuan teknologi terkemuka AS, seperti AI yang mendukung ChatGPT.

OpenAI mengatakan para pesaingnya menggunakan proses yang dikenal sebagai distilasi di mana pengembang yang menciptakan model yang lebih kecil belajar dari model yang lebih besar dengan cara meniru perilaku dan pola pengambilan keputusan mereka, mirip seperti seorang siswa yang belajar dari seorang guru.

"Kami tahu perusahaan-perusahaan berbasis [Tiongkok] — dan lainnya — terus-menerus mencoba meniru model perusahaan-perusahaan AI terkemuka AS," kata juru bicara OpenAI, menyoroti ketegangan atas perlindungan kekayaan intelektual AI antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Kami percaya bahwa saat kami melangkah maju, sangatlah penting bagi kami untuk bekerja sama secara erat dengan pemerintah AS guna melindungi model-model yang paling tangguh dari upaya musuh dan pesaing untuk mengambil alih teknologi AS."

Kepala AI pemerintahan Trump yang baru, David Sacks, mengatakan kepada Fox News bahwa ada "bukti kuat bahwa apa yang dilakukan DeepSeek di sini adalah mereka menyaring pengetahuan dari model-model OpenAI."

OpenAI mengatakan proses tersebut melanggar ketentuan layanannya dan akan berfungsi untuk mendeteksi dan mencegah upaya lebih lanjut.

Perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman sendiri menghadapi berbagai tuduhan pelanggaran hak kekayaan intelektual, terutama terkait dengan penggunaan materi berhak cipta dalam pelatihan model AI generatifnya.

"Distilasi akan melanggar sebagian besar ketentuan layanan, namun ironis — atau bahkan munafik — bahwa perusahaan teknologi besar mengungkapnya," kata Lutz Finger, dosen tamu senior di Universitas Cornell.

Materi yang dilindungi hak cipta "membantu melatih ChatGPT, yang kini membantu DeepSeek. Pengetahuan itu gratis dan sulit dilindungi," imbuh Finger.

Lebih Canggih

Perusahaan AI dari Tiongkok DeepSeek merilis model AI multimodal bernama Janus-Pro, yang disebut lebih canggih dari ChatGPT Dall-E3.

DeepSek mengeklaim Janus-Pro-7B, model tertinggi pada Janus-Pro, lebih unggul dibandingkan DALL-E3 keluaran OpenAI dan Stable Diffusion milik Stability AI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Nasional
PT KAI Siapkan 472.659 Tike...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.