Ini Penjelasan Dokter Spesialis, Ternyata Marah-marah Bukan Penyebab Seseorang Alami Hipertensi
📅 Jumat, 31 Jan 2025, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam dr. Muhammad Pranandi, Sp. P.D memberikan penjelasan terkait pendapat yang sering berkembang di masyarakat mengenai kaitan antara marah-marah sebagai penyebab darah tinggi atau hipertensi.
Nandi mengatakan pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar sebab marah-marah bukan penyebab timbulnya tekanan darah tinggi atau hipertensi pada seseorang.
“Jadi mereka yang mengalami tekanan darah tinggi itu membuat aliran oksigen ke otaknya berkurang. Efeknya apa? Dia sakit kepala," kata Nandi kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Dengan sakit kepala dan nyeri kepala, mungkin orang tersebut menjadi gampang lebih marah. "Karena, misalnya, ada tekanan dari luar, terus lagi sakit kepalanya, jadi gampang marah-marah orangnya," katanya.
Sebaliknya, orang yang memiliki tekanan darah tinggi juga tak berarti merupakan seseorang yang emosional. Menurut dia, tak ada hubungan langsung antara marah dengan kondisi hipertensi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bukan berarti dia marah-marah itu pasti orang darah tinggi. Nggak kok," ujar Nandi.
Nandi menjelaskan, hipertensi dapat dialami seseorang karena gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya karena kebiasaan merokok dan kurangnya aktivitas fisik.
Karena itu, Nandi menjelaskan bahwa seseorang perlu menjaga berat badannya, mengurangi konsumsi garam, olahraga secara rutin serta menghindari rokok dan alkohol.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apabila sudah menjalani hal-hal tersebut namun tekanan darah masih tinggi, dokter spesialis penyakit dalam di RS Pondok Indah-Puri Indah itu menjelaskan, kondisi tersebut perlu dibantu dengan mengonsumsi obat yang telah diresepkan oleh dokter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!