Kesadaran Warga dalam Menekan Kebakaran
📅 Selasa, 28 Jan 2025, 01:10 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat
Api terus mengamuk di Jakarta, seakan tiada puas-puasnya. Nyaris tiap hari ada saja kebakaran di Jakarta. Lalu pertanyaannya, beginikah mau menuju kota global? Daerah padat penduduk lebih sering terjadi kebakaran. Sebut saja salah satunya, Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat; 543 rumah tapak hangus. Ini terjadi Selasa (21/1) dini hari. Sepekan sebelumnya, musibah serupa juga terjadi Rabu (15/1) menghanguskan 30 rumah semi permanen.
Sebulan sebelum kejadian yang menghanguskan 534 rumah, kebakaran juga terjadi di lokasi tak jauh dari dua peristiwa serupa. Peristiwa tersebut menyebabkan lebih dari 200 rumah semi permanen yang dihuni 1.800 jiwa rata dengan tanah. Banyak area padat penduduk yang mengalami kebakaran. Tak hanya rumah, gedung pun terbakar. Yang paling tragis adalah Glodok Plaza. Ini tentu sangat merugikan sebab area pecinan tersebut terbakar justru menjelang Imlek, waktu pedagang meraup rezeki. Bahkan sangat menyedihkan karena banyak nyawa ikut jadi korban.
Tak heran, anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta William Aditya Sarana minta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk meningkatkan kesiagaan dalam menghadapi kebakaran yang terjadi secara bergiliran akhir-akhir ini. “Kesiapsiagaan pemadam kebakaran dan warga harus ditingkatkan, khususnya di kawasan-kawasan rawan kebakaran, padat penduduk,” kata William di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, Pemprov harus menyadari Jakarta sedang darurat kebakaran karena dalam waktu satu pekan ke belakang ini saja sudah terjadi sejumlah kebakaran di berbagai tempat. Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk di Mangga Besar, pada Sabtu (25/1) kata dia, penanggulangan terhambat oleh kondisi jalanan sempit yang diperparah oleh kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi kebakaran.
William meminta agar Pemprov mengevaluasi hambatan tersebut dan memperluas jalanan di Jakarta agar penanggulangan kebakaran bisa berjalan lancar di kemudian hari. “Kami mendapatkan kabar baru terjadi kebakaran di Mangga Besar yang terhambat jalanan sempit dan kemacetan lalu lintas saat usaha penanggulangan. Ini harus dievaluasi oleh Pemprov,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedih
Seorang korban di Kebon Kosong, bernama Adin mengaku bingung dan sedih ketika rumah yang sudah ditempatinya puluhan tahun menjadi satu di antara ratusan rumah lainnya yang hangus terbakar. Kesedihan tampak jelas dari raut wajah pria berusia 50 tahun itu. Meski air matanya tak membasahi pipi, suaranya terdengar berat ketika menceritakan peristiwa yang membuatnya kehilangan harta benda.
Ia mengaku tidak tahu persis peristiwa pada Selasa (21/1) dini hari itu. Yang ia ingat hanya teriakan keluarga dan para tetangganya setelah beberapa saat mata terpejam akibat lelah mencari nafkah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Suara teriakan warga sekitar pada malam kejadian masih mengiang di telinganya dan itu menjadi suasana yang mencekam.
Adin pun sempat mencoba menyelamatkan gerobak yang biasa digunakan untuk mencari nafkah saban harinya. Tapi gerobak yang digunakan berjualan mi ayam itu tidak bisa terselamatkan karena ganasnya si jago merah. Cerita serupa juga dirasakan warga lainnya, Lastri. Rumah yang ia tinggali kini sudah rata dengan tanah dan menjadi abu. Semua harta bendanya pun hangus.
Untungnya, ia sempat menyelamatkan beberapa dokumen penting sebelum berlari bersama anak dan suaminya menyelamatkan diri dari kobaran api yang mengamuk. Kini, ia hanya bisa pasrah dengan keadaan yang telah terjadi. Apalagi semua peralatan kerja suaminya juga ikut hangus terpanggang api.
Dari beberapa kejadian, salah satu sebab kebakaran karena arus pendek atau korsliting. Nah ini bisa banyak sebabnya. Contoh penggunaan kabel yang tidak standar sehingga cepat panas dan terbakar. Kemudian, satu stop kontak listrik dibebani banyak colokan tambahan. Misalnya ada televisi, kulkas, radio, charger dst. Ini tentu sangat rawan terjadi arus oendek.
Maka, warga juga mesti berhati-hati dalam urusan listrik ini. Sebab kalau terjadi kebakaran bukan hanya rumahnya yang hangus tapi bisa merembet dan menghabiskan satu RW.
Dengan kata lain kecerobohan, bisa membuat banyak orang menjadi menderita karena kelalain kita.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!