Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dilema Penggunaan AI di ICU, Rentan Picu Tindakan Medis yang Keliru

📅 Minggu, 26 Jan 2025, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Karena itu, diperlukan kolaborasi riset skala global dalam berbagi data ICU. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, model dari data yang bias hanya akan melanggengkan bias tersebut. Sebagai gambaran, model AI berisiko berkurang drastis kinerjanya ketika digunakan di rumah sakit yang berbeda dalam sebuah negara. Dalam hal ini, penggunaan data lokal dari negara lain sangat diperlukan untuk mengurangi keparahan bias tersebut.

Komunitas medis Tanah Air dapat mengadaptasi komunitas linguistik komputasional yang rutin menghelat konferensi Language Resources and Evaluation (LREC) setiap dua tahun sekali. Forum ini bertujuan mempublikasikan data dan hasil riset dari berbagai wilayah di dunia.

Sementara, komunitas medis global perlu mengadakan konferensi maupun membuat jurnal yang berfokus mengomunikasikan data dan riset medis dari negara-negara yang kurang dikenal di dunia akademik global.

4. Regulasi penggunaan AI

Tidak cukup sampai di situ, pemerintah perlu menerapkan regulasi mengenai etika penggunaan AI di dunia medis. WHO dan Uni Eropa, misalnya, telah merumuskan regulasi guna memastikan dan mengevaluasi kinerja, keamanan, serta akurasi model AI di bidang kesehatan agar mudah digunakan, bebas dari bias dan diskriminasi.

Memastikan perawatan intensif yang bebas bias memerlukan upaya menyeluruh yang melibatkan beragam pemangku kepentingan, termasuk dokter, tenaga kesehatan, akademisi, pengembang teknologi, dan pemerintah.

Komitmen dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk memulai kolaborasi ini. Langkah ini bisa dimulai dengan memahami, mengakui, dan mengevaluasi eksistensi bias tak kasat mata dalam pelayanan kesehatan.The Conversation

Ali Akbar Septiandri, PhD Candidate in Statistical Science, UCL

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.