Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemanasan Laut 2024 Cetak Rekor Lagi, 2 Misteri Perlu Segera Dipecahkan

📅 Kamis, 23 Jan 2025, 13:21 WIB | Oleh: Tim Penulis

Salah satu hipotesis menarik yang diuji dengan model iklim adalah: pengurangan aerosol secara cepat dalam satu dekade terakhir mungkin menjadi penyebab kenaikan suhu laut.

Aerosol adalah partikel padat dan cair yang dilepaskan dari sumber manusia maupun alam ke atmosfer. Beberapa aerosol dapat mengurangi dampak gas rumah kaca dengan memantulkan radiasi matahari kembali ke luar angkasa. Namun, aerosol juga menjadi penyebab buruknya kualitas udara dan pencemaran udara.

Banyak aerosol yang bersifat mendinginkan dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Contohnya adalah aerosol sulfur yang dilepaskan oleh mesin kapal dan pembangkit listrik. Pada 2020, industri pelayaran memotong emisi sulfur hingga 80% dengan beralih ke bahan bakar rendah sulfur. Dampak lebih besar juga muncul dari pengurangan emisi pembangkit listrik, termasuk langkah besar yang dilakukan di Cina.

Teknologi memang berhasil mengurangi laju emisi yang berbahaya dari kapal dan pembangkit listrik. Namun, di sisi lain, upaya itu juga melemahkan rem yang memperlambat laju pemanasan.

Apakah ini lonjakan pemanasan?

Teka-teki kedua adalah apakah Bumi sedang mengalami lonjakan pemanasan.

Suhu Bumi memang terus meningkat, tetapi dua tahun terakhir belum cukup panas untuk mendukung anggapan adanya percepatan laju pemanasan global.

Analisis empat rangkaian data suhu selama 1850-2023 menunjukkan bahwa laju pemanasan tidak mengalami perubahan signifikan sejak sekitar tahun 1970-an. Namun, para peneliti yang sama menekankan bahwa secara statistik, hanya kenaikan laju setidaknya 55% (sekitar 0,5°C) selama setahun yang dapat terdeteksi sebagai percepatan pemanasan.

Dari sudut pandang statistik, ilmuwan belum bisa mengecualikan kemungkinan bahwa rekor pemanasan laut 2023-2024 berasal dari tren pemanasan “biasa” akibat aktivitas manusia selama 50 tahun terakhir. Apalagi, fenomena El Niño turut berkontribusi di dalamnya.  

Namun, dari sudut pandang praktis, dampak luar biasa yang disaksikan planet ini: cuaca ekstrem, gelombang panas, kebakaran hutan, pemutihan karang, dan kehancuran ekosistem, menegaskan bahwa kita memerlukan pengurangan emisi karbon dioksida secara cepat untuk membatasi pemanasan laut. Hal ini terlepas dari apakah pemanasan tahun ini merupakan bagian dari tren yang sedang berlangsung ataupun suatu lonjakan.  

Artikel ini telah diperbarui dengan data suhu global tahun 2024 dari Copernicus Climate Change Service.The Conversation

Annalisa Bracco, Professor of Ocean and Climate Dynamics, Georgia Institute of Technology

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.