Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemanasan Laut 2024 Cetak Rekor Lagi, 2 Misteri Perlu Segera Dipecahkan

📅 Kamis, 23 Jan 2025, 13:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemanasan Laut 2024 Cetak Rekor Lagi, 2 Misteri Perlu Segera Dipecahkan Doc: The Conversation
Ket. Banyak wilayah dunia lebih hangat dari rata-rata 1991-2020 pada 2024, termasuk area laut yang luas.

Annalisa Bracco, Georgia Institute of Technology

Pemanasan global turut membuat laut menghangat.

Tahun lalu, 2024, suhu laut global mencatatkan rekor terpanas, melampaui catatan sebelumnya pada 2023. Faktanya, ketika pencatatan suhu laut menggunakan satelit dimulai sejak 1984, setiap dekade selalu terekam lebih hangat dari dekade sebelumnya.  

Laut yang lebih hangat meningkatkan penguapan, menghasilkan hujan lebih lebat di beberapa wilayah dan kekeringan di wilayah lain. Pemanasan membuat badai lebih kuat dan hujan lebih deras, serta merusak ekosistem laut pesisir dan kehidupan laut. Terumbu karang, misalnya, mengalami pemutihan terluas sepanjang sejarah pada 2024.  

Hangatnya air laut juga memengaruhi suhu di daratan dengan mengubah pola cuaca. Lembaga meteorologi Uni Eropa, Copernicus, pada 10 Januari mengumumkan bahwa 2024 juga memecahkan rekor sebagai tahun terpanas secara global. Angkanya sekitar 1,6° C lebih tinggi dibandingkan era praindustri.

Ini adalah kali pertama suhu rata-rata global melebihi batas 1,5°C dalam satu tahun kalender penuh. Negara-negara dunia telah menyepakati untuk menghindari batasan suhu tersebut dalam jangka panjang.  

           

Perubahan iklim secara umum menjadi penyebab utama. Gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer menjebak panas di Bumi. Sialnya, sekitar 90% kelebihan panas akibat emisi dari pembakaran bahan bakar fosil kemudian diserap oleh laut.  

Namun, suhu laut dalam dua tahun terakhir sebenarnya telah jauh melampaui dekade sebelumnya. Ini menciptakan dua misteri bagi ilmuwan: apakah ada faktor lain yang berkontribusi pada pemanasan laut tak terduga; dan apakah ini tanda pemanasan global semakin cepat.

Bukan hanya El Niño

Pola iklim siklikal dari El Niño Southern Oscillation (ENSO) menjelaskan sebagian dari hangatnya suhu Bumi selama dua tahun terakhir.

Selama periode El Niño, perairan hangat yang biasanya terkumpul di Pasifik Barat berpindah ke timur menuju garis pantai Peru dan Chili. Ini menyebabkan suhu global sedikit lebih hangat.  


            

Namun ternyata, laut bahkan lebih hangat daripada yang diperkirakan ilmuwan. Suhu global 2023-2024 mengikuti pola serupa dengan El Niño 2015-2016, tetapi lebih tinggi sekitar 0,2°C.  

Para ilmuwan kini menghadapi dua pertanyaan besar: adakah faktor lain yang memicu pemanasan tak terduga ini? Apakah dua tahun terakhir menjadi tanda pemanasan global melonjak?

Peran Aerosol

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.