1 Meninggal dan 1 Hilang dalam Tanah Longsor di Jombang
📅 Kamis, 23 Jan 2025, 16:48 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA – Satu warga dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya hilang dalam bencana tanah longsor yang menimbun 4 rumah di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam Jombang, Kamis (23/1).
Tragedi di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok yang menyebabkan rumah-rumah warga rusak berat tersebut diakibatkan hujan deras yang terjadi mulai pukul 18.00 WIB Rabu (22/1) hingga pukul 04.00 WIB Kamis (23/1).
"Baru satu orang ketemu (dalam keadaan) meninggal dunia, tim masih mencari satu lagi," ujar Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono di Surabaya.
Adhy berharap, tim SAR dapat segera menemukan satu korban yang masih dinyatakan hilang.
"Kita menunggu, nanti mudah-mudahan cepat ditemukan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia memastikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menanggung seluruh biaya baik rumah sakit, pumulasaraan jenazah, biaya ambulans.
"Sesuai prosedur saja semua urusan bencana alam dan sosial untuk korban, rumah sakit, pemusalaran kita cover dari provinsi. Di luar bantuan dari kabupaten," tuturnya.
Adhy mengingatkan agar masyarakat dan segenap pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi dalam musim hujan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini memang puncaknya musim penghujan dengan bencana hidrometeorologi kita mesti hati-hati. Kemungkinan potensi hujan disertai angin kencang dan longsor bisa terjadi," tutupnya.
Sebelumnya, Adhy Karyono memberikan paket sembako dan santunan uang duka kepada lima keluarga korban asal Jawa Timur dalam bencana longsor yangr terjadi di Kendedes, Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, Senin (20/1) lalu.
Empat korban meninggal dunia berasal Kabupaten Magetan Didik Setiawan (25), Sukesno (50), Dwi Kintang Bagus Saputro (25), Sarip (50). Sementara Wito (50) berdomisili di Ds. Ngrendeng, Kec. Selorejo, Kab. Blitar.
Penyerahan paket sembako dan santunan dilakukan oleh Pj. Gubernur Jatim saat takziah ke rumah empat keluarga korban di Dusun Sruwuh, Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Rabu (22/1).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!