Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semua Rumah Sakit di Kudus Siap Terapkan KRIS

📅 Minggu, 19 Jan 2025, 17:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semua Rumah Sakit di Kudus Siap Terapkan KRIS Doc: ANTARA
Ket. Arsip - Ruang rawat inap di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah.

KUDUS– Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan bahwa semua rumah sakit di kabupaten itu siap menerapkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

"Saat ini sudah semua rumah sakit di Kudus menyiapkan diri dengan membenahi kamar rawat inap standar KRIS," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini Aridewi, di Kudus, Minggu (19/1).

Dia mengatakan,tentunya semua rumah sakit di Kabupaten Kudus yang berjumlah 11 rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta juga melakukan penyesuaian sarana dan prasarana pendukungnya untuk memenuhi kriteria KRIS.

Untuk rumah sakit pemerintah, maka ruang rawat inap yang harus memenuhi kriteria KRIS sebesar 60 persen, sedangkan swasta sebesar 40 persen.

Apalagi, imbuh dia, pemerintah menargetkan KRIS akan diterapkan di semua rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan paling lambat 30 Juni 2025.

Hal itujuga mengacu pada Pasal 103B Ayat 1 Perpres Nomor 59 Tahun 2024 bahwa standar layanan KRIS akan diberlakukan paling lambat 30 Juni 2025.

Sementara itu, Direktur RSUD Kudus, Abdul Hakam, mengakui sudah menyiapkan anggaran untuk persiapan memenuhi kriteria KRIS.

Dari 12 kriteria, terdapat aturan jumlah tempat tidur setiap kamarnya, dari sebelumnya bisa mencapai 4–6 tempat tidur, nantinya dengan sistem KRIS maksimal akan menjadi empat tempat tidur dalam satu kamar.

Untuk itu, pihaknya akan mengaktifkan ruang Dahlia dua dan tiga, termasuk menambah ruang rawat inap di gedung stroke.

"Kami pastikan sebelum Juni 2025 sudah siap memenuhi 12 kriteria pelayanan standar KRIS," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur RS Mardi Rahayu Kudus, Pujianto, bahwa pihaknya sudah siap, terlebih di RS Mardi Rahayu ada program kamar tersedia tanpa tambah biaya (KT3B).

Bahkan, kata dia, dengan adanya penambahan KT3B tersebut, justru jauh melebihi 40 persen jumlah tempat tidur yang harus disiapkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Daerah
BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susu...
Nasional
DPR Dorong Pemerintah Buka ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Nasib 193 Pedagang Ikan Kra...
Megapolitan
Pedagang Ikan Pasar Kramat ...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.