Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Air Terjun Batang Kapas, Nirwana di Tengah Hutan Kampar

📅 Sabtu, 18 Jan 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Berada di hutan yang masih terjaga sumber airnya sangat jernih karena tidak ada eksploitasi manusia yang terjadi di kawasan ini. Sedangkan airnya yang jatuh di bebatuan menciptakan kabut tipis, yang menyejukkan dan melembabkan lingkungan sekitarnya.

1737127247_60af9cc68411ac65b62a.jpg

Air Terjun Batang Kapas memiliki ketinggian sekitar 150 meter, menjadikannya salah satu air terjun tertinggi di Riau. Keindahan air terjun ini terletak pada aliran air yang deras, jernih, dan membentuk kabut tipis yang menyejukkan.

Di bawah Air Terjun Batang Kapas terdapat beberapa kolam air. Ada juga pemandangan batu-batu besar dibawah air terjun terhampar bertumpuk-tumpuk, ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan lumut.

Di atas tebing batu berwarna krem dan coklat hidup dengan subur pepohonan hijau menciptakan pemandangan kontras. Sedangkan di sekelilingnya berupa hutan hijau yang vegetasinya sangat lebat. Dari rerimbunan ini pengunjung dapat mengintip rupa Air Terjun Batang Kapas yang berwarna krem.

Di bagian tebing yang agak jauh dari air terjun, kemiringan tebing batuan kapurnya sedikit menjorok ke dalam. Seperti halnya gua kapur, cukungan dapat digunakan untuk berlindung dari hujan atau tempat beristirahat dari kelelahan selama trekking.

Pemandangan batu-batu besar dibawah air terjun terhampar bertumpuk-tumpuk berwarna hitam dan coklat kehijauan. Batu-batu yang ukurannya cukup besar ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan yang membuat warnanya demikian.

Jika terlalu sore untuk kembali pengunjung bisa beristirahat di cekungan batu di bagian atas tebing Air Terjun Batang Kapas. Lokasinya di bawah air terjun yang bergemuruh atau di belakang aliran air yang jatuh.

Untuk bermalam di tempat yang diyakini aman, perlu mendaki sekitar 15 menit. Di tempat ini para traveler bisa beristirahat di atas cekungan batu yang panjangnya sekitar 50 meter dengan lebar sekitar 2 hingga 4 meter.

Masyarakat setempat tidak menyarankan kepada pengunjung untuk tidak bermalam di tempat lain yang berada di bawah. Di hutan yang masih lestari ini meski bukan berada di kawasan taman nasional atau cagar alam ini masih banyak binatang buas. Konon kabarnya harimau harimau sumatera dan beruang madu masih menghuni di kawasan ini.

1737127356_00a512dd8b3b8a3c47fa.jpg

Wisatawan disarankan untuk membawa perbekalan yang cukup. Pasalnya di tempat ekowisata ini tidak tersedia berbagai fasilitas yang bisa ditemukan di tempat wisata seperti penjual makanan, dan minuman, toilet, homestay.

Bagi yang berminat dating disarankan membawa peralatan adventure yang memadai. Tempat ini cukup berbahaya bagi yang tidak memahami kondisi dan situasi lingkungan alam ini sehingga disarankan untuk menggunakan jasa pendamping.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pemkot Serang Revisi Perda ...
Olahraga
Janice Awali Langkah di Eas...

Situ Cilangkap Disiapkan Menjadi Destinasi Unggulan  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Situ Cilangkap Disiapkan Me...

Bogor Segera Ganti Angkot dengan Menyiapkan Biskita

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bogor Segera Ganti Angkot d...
Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.