Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Utamakan Pendekatan Kultural untuk Solusi KDRT

📅 Senin, 13 Jan 2025, 03:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Utamakan Pendekatan Kultural untuk Solusi KDRT Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Pengamat sosial budaya dari Universitas Pakuan Dr Agnes Setyowati.

BOGOR - Berbagai kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di Kabupaten Bogor, perlu dirampungkan secara budaya. “Perlu pendekatan budaya untuk mengatasi kasus-kasus KDRT yang belakangan marak di Kabupaten Bogor,” ungkap pengamat sosial budaya dari Universitas Pakuan, Dr Agnes Setyowati, Minggu (12/1).

Menurutnya, KDRT tidak hanya dipengaruhi faktor individual, tetapi juga norma dan nilai yang berkembang dalam masyarakat. Menurut Agnes, setelah kasus KDRT menimpa selebgram Cut Intan Nabila di Sukaraja, kali ini menimpa NS, juga warga Sukaraja. NS sekarat setelah dibacok suaminya, SN (36).

Agnes menyebutkan, penting untuk memahami penyebab, dampak, dan cara penyelesaian KDRT dari perspektif budaya. Salah satu penyebab KDRT, kata dia, adalah norma budaya yang menganggap bahwa laki-laki sebagai kepala keluarga memiliki kuasa yang dominan. Dalam banyak kasus, masyarakat masih memegang pandangan yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat.

“Hal ini menciptakan ruang bagi laki-laki untuk melakukan kekerasan guna mempertahankan kontrol dan otoritas dalam keluarga,” ujar Agnes. Selain itu, faktor ekonomi juga berperan penting. Banyak keluarga mengalami kesulitan ekonomi menyebabkan stres dan ketegangan.

Ketika beban ekonomi semakin berat, individu ada yang mencari pelampiasan melalui kekerasan. Dalam konteks ini, kata Agnes, ketidakstabilan ekonomi dapat memicu konflik atau kekerasan. Para korban terutama perempuan dan anak-anak.

Dampak KDRT sangat luas dan merugikan, tidak hanya bagi korban tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Korban, terutama perempuan, sering trauma fisik dan psikologis berkepanjangan. Hal ini dapat mengganggu kesehatan mental dan menghambat kemampuan berkontribusi di masyarakat.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan KDRT juga berisiko mengalami gangguan perkembangan baik secara fisik maupun emosional. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Mantan Presiden Senegal Mun...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.