Bukan Cuma Membahayakan Paru-paru, Riset Ungkap Polusi Udara Juga Memicu Penyakit Kulit
📅 Jumat, 03 Jan 2025, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Kmpzzz/Shutterstock
Samuel J. White, York St John University dan Philippe B. Wilson, York St John University
Tinggal di kawasan perkotaan atau dekat jalan raya yang ramai tidak hanya berisiko membahayakan kesehatan paru-paru, tetapi juga kulit kamu. Penelitian terbaru menemukan hubungan antara tingginya paparan kadar PM2,5 (partikel halus polusi udara) dengan risiko seseorang terkena eksim—peradangan jangka panjang (kronis) yang menyebabkan kulit gatal, memerah, kering, bersisik, dan terasa tidak nyaman.
Studi ini melibatkan lebih dari 280 ribu peserta di seluruh Amerika Serikat (AS). Peneliti menemukan bahwa orang yang tinggal di kawasan dengan paparan PM2,5 berkonsentrasi tinggi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar terkena eksim, dibandingkan dengan orang yang menetap di daerah minim polusi.
Riset ini mengungkap fakta baru mengenai dampak lingkungan terhadap kesehatan kulit kamu dan memunculkan pertanyaan mengenai cara melindungi diri ketika polusi memburuk.
Bagaimana polusi menimbulkan eksim?
Sebaiknya Anda baca juga:
PM2,5 merupakan partikel halus berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer. Ukuran partikel-partikel ini sangat kecil sehingga kamu membutuhkan mikroskop untuk dapat melihatnya, tetapi dampaknya terhadap kesehatan sangat signifikan.
PM2,5 terkandung dalam asap kendaraan bermotor, pabrik, hingga kebakaran hutan. Partikel-partikel kecil ini mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk hidrokarbon aromatik polisiklik (HAP) yang bersifat karsinogenik dan dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, dari gangguan pernapasan, pembuluh darah dan jantung (kardiovaskular), perkembangan tubuh, hingga kulit seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini.
Studi menemukan bahwa peserta yang terpapar PM2.5 dengan kadar sedikit lebih tinggi dari rata-rata, berisiko lebih besar mengalami eksim. Sebaliknya, peserta yang terpapar kadar polutan lebih rendah, tidak mengalami peradangan kulit tersebut. Para peneliti juga telah memperhitungkan faktor lain yang mungkin memengaruhi risiko seseorang terkena eksim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian ini memang tidak mengkaji secara khusus mekanisme polusi udara dalam menimbulkan eksim ataupun memperparah kondisi penyintasnya. Meski begitu, banyak studi lainnya yang telah menunjukkan cara polusi udara memengaruhi kesehatan kulit. Hal ini dapat membantu menjelaskan proses polusi dalam memicu eksim maupun memperburuk kondisinya.
Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa ukuran PM2,5 yang sangat kecil memungkinkan partikel ini menembus sel-sel kulit secara langsung dan mencapai lapisan yang lebih dalam sehingga memperparah kerusakan sel-sel kulit. Kondisi ini bisa meningkatkan peradangan dan sensitivitas kulit yang berujung pada timbulnya eksim.
Bagi penyintas yang tengah berjuang melawan eksim, paparan polusi pada kulit mereka layaknya taburan garam pada luka terbuka. Sebuah studi menunjukkan kemungkinan cara PM2,5 dalam memperburuk eksim, yaitu melalui rangkaian respons imun kulit—yang masih membutuhkan penelitian lanjutan.
Ketika PM2,5 mencapai kulit, partikel ini diduga mengikat reseptor aril hidrokarbon (AhR)—lapisan protein yang memiliki kemampuan mendukung sel merespons racun lingkungan. Bagi penyintas eksim yang penyakitnya rentan kambuh, interaksi tersebut memicu respons imun berupa peradangan kulit yang menimbulkan gejala khas eksim, seperti rasa gatal, bengkak, dan kemerahan.
Penelitian lain yang mendukung gagasan bahwa PM2,5 dapat memperparah eksim, menunjukkan bahwa zat iritan ini memang dapat merusak kulit. Kerusakan lapisan kulit penyintas eksim membuat mereka lebih rentan menyerap zat iritan luar, termasuk polutan.
Lakukan ini untuk kurangi risikonya
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!