Bukan Cuma Membahayakan Paru-paru, Riset Ungkap Polusi Udara Juga Memicu Penyakit Kulit
📅 Jumat, 03 Jan 2025, 14:30 WIB | Oleh: Tim PenulisTemuan ini muncul saat krisis polusi udara global meningkat dan semakin banyak orang yang terpapar PM2,5. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 90% orang di seluruh dunia terpapar udara dengan tingkat polutan yang tidak aman. Kelompok rentan—seperti anak-anak, orang tua, dan penyintas gangguan kulit—merupakan yang paling berisiko terkena eksim akibat polusi.
Sekarang sudah semakin jelas bahwa polusi dapat membahayakan kesehatan lewat berbagai cara, baik melalui pernapasan maupun kulit. Temuan ini diharapkan dapat mendorong kebijakan pemerintah yang lebih ketat dalam mengontrol dan menjaga kualitas udara untuk melindungi kesehatan pernapasan dan kulit.
Jika kamu rentan mengalami eksim, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan yang berisiko membuatmu terpapar polusi. Usahakan untuk tetap berada di dalam ruangan ketika polusi sedang parah-parahnya dan gunakan pembersih udara (air purifier). Apabila terpaksa keluar, lindungi kulitmu dengan mengenakan jaket ataupun pakaian lengan panjang.
Para peneliti saat ini juga tengah mengembangkan teknologi untuk mengatasi eksim, terutama bagi penyintas yang terpapar PM2,5 berkonsentrasi tinggi. Pertama, penelitian soal cara mengaktifkan jalur AhR yang berpotensi untuk mengatasi gejala eksim. Selain itu, ada krim pelindung kulit bernama Tapinarof—yang saat ini masih dikembangkan dan berpotensi untuk melindungi kulit eksim dari bahaya polusi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peningkatan masalah kulit di seluruh dunia, termasuk eksim, ternyata tidak lepas dari bahaya tersembunyi polusi udara. Karena itu, tetaplah waspada terhadap polusi agar kesehatan kulit maupun tubuhmu tetap terjaga.
Samuel J. White, Associate Professor & Head of Projects, York St John University dan Philippe B. Wilson, Associate Pro Vice-Chancellor: Innovation and Knowledge Exchange, York St John University
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!