Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada Lonjakan Kasus, 82 Ekor Sapi di Situbondo Terpapar PMK dan 35 Ekor Mati

📅 Jumat, 03 Jan 2025, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ada Lonjakan Kasus, 82 Ekor Sapi di Situbondo Terpapar PMK dan 35 Ekor Mati Doc: ANTARA/HO-Disnakkan Situbondo
Ket. Petugas kesehatan hewan Dinas Peternakan Situbondo, Jawa Timur, menyuntikkan vaksin PMK ke ternak sapi.

Situbondo - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat dari 82 ekor sapi yang diduga terpapar wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK, di antaranya 35 ekor mati.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo Sulistiyani di Situbondo, Kamis, mengatakan akan terus bekerja ekstra untuk memutus penyebaran PMK pada ternak sapi dengan cara melakukan vaksinasi dan sosialisasi kepada para peternak.

"Akhir Desember 2024 kami mendapat tambahan vaksin PMK 1.500 dosis dari Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian dan langsung kami sebar ke enam pusat kesehatan hewan," katanya kepada wartawan di Situbondo.

Selanjutnya, kata Sulistiyani, para petugas masing-masing pusat kesehatan hewan langsung melakukan vaksinasi terutama terhadap sapi pedet (anakan) dan sapi pendatang baru dikandang para peternak.

Selain itu, lanjut ia, petugas pusat kesehatan hewan juga melakukan pengobatan terhadap sapi-sapi yang sakit dan melakukan sosialisasi kepada para peternak.

Sampai dengan hari, menurutnya, petugas telah melakukan vaksinasi PMK sebanyak 354.500 dosis, dengan rincian tahun 2022 sebanyak 101.700 dosis, tahun 2023 sebanyak 167.000 dosis, tahun 2024 sebanyak 83.800 dosis.

"Pada minggu pertama Januari 2025 ini sebanyak 1.500 sosis. Vaksin PMK ini kami prioritaskan untuk sapi potong dan sapi perah," katanya.

Dinas Peternakan setempat juga melakukan penyemprotan desinfektan di tiga pasar hewan, yakni di Pasar Hewan Asembagus, Besuki, dan Sumberkolak.

"Penyemprotan desinfektan kami lakukan di kendaraan pengangkut sapi yang datang ke pasar, kemudian sapi-sapi di sana juga kami semprot," ujarnya.

Para peternak diimbau untuk segera melapor ke petugas kesehatan hewan terdekat bila ada sapi yang sakit, sehingga bisa segera diobati dan terhindar dari kematian.

Ada beberapa penyebab penyakit mulut dan kuku pada sapi, mulai dari mutasi virus, faktor cuaca hingga imun sapi itu sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.