Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Operasional Dihentikan Pemerintah Pusat, Ratusan Sopir Trans Metro Dewata Kini Uluran Pemprov Bali

📅 Kamis, 02 Jan 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Operasional Dihentikan Pemerintah Pusat, Ratusan Sopir Trans Metro Dewata Kini Uluran Pemprov Bali Doc: antara foto
Ket. Ratusan sopir bus trans metro Dewata.

DENPASAR - Ratusan sopir bus Trans Metro Dewata sepakat menunggu transportasi umum yang ada di Provinsi Bali itu kembali beroperasi setelah resmi dihentikan pemerintah pusat pada Rabu (1/1) kemarin.

“Tetap bertahan sesuai arahan direksi dan pimpinan, kami sangat percaya beliau ini bisa perjuangkan hak kami,” kata Ida Bagus Gede Putu Riyantana selaku perwakilan sopir di Denpasar, Kamis (2/1).

Diketahui bus Trans Metro Dewata sebagai proyek stimulus selama ini dibiayai APBN dengan pengelolanya PT Satria Trans Jaya, hingga akhirnya setelah lima tahun beroperasi tidak lagi dilanjutkan dan belum diambil alih pemerintah daerah setempat.

Sebanyak 305 sopir angkutan ini merasa kecewa karena selama ini menggantungkan hidupnya di sana, kontrak kerja mereka telah habis pada 31 Desember 2024 lalu dan belum ada perpanjangan hingga saat ini.

Meski demikian, Riyantana dan ratusan sopir lainnya sepakat menunggu di Halte Terminal Ubung berbekal upah Desember dan gaji ke-13 sebagai pegangan.

“Gaji Desember katanya akan dikeluarkan tanggal 6 Januari, ada bonus akhir tahun kira-kira 15 Januari dicairkan, kami kecewa sudah sangat pasti, otomatis kami akan berpencar kembali ke pekerjaan lama, cuma kami tetap berharap pemprov memperhatikan ini,“ ujarnya.

Para sopir Trans Metro Dewata menyampaikan bahwa tidak hanya mereka yang dirugikan atas berhentinya operasional bus, sebab total hampir 500 orang bekerja di sana, juga ada penumpang yang ekonominya bergantung pada operasional bus.

“Ada mekanik, satpam, tukang cuci bus, tukang pel, dan penumpang, terbukti kemarin dari pagi kalau dihitung ratusan penumpang tidak tahu diberhentikannya operasional Trans Metro Dewata,” kata Riyantana.

Sopir di rute Terminal Ubung-Monkey Forest itu bercerita bahwa sebagian besar pekerja merupakan kepala keluarga beranggotakan empat orang, di mana mereka berusia dari 20 sampai tertua 65 tahun, dan bekerja mengantar penumpang bus 2-3 kali bolak balik dalam sehari.

Perusahaan belum memberi kepastian sampai kapan mereka harus menunggu, namun mereka menyatakan hingga saat ini belum beralih ke pekerjaan lain.

“Banyak memang yang tidak suka dengan kami, Trans Metro Dewata dibilang ugal-ugalan dan sebagainya, mungkin itu aspirasi kekecewaan mereka yang khawatir dapurnya terganggu, tapi apapun itu kami sama-sama berkomitmen mengurangi kemacetan di jalan,” ujar Riyantana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.