Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harus Realistis, Tunda Tarif PPN 12%

📅 Jumat, 27 Des 2024, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Buka Dialog

 Ekonom STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan baik Presiden Prabowo maupun DPR harus mendengarkan keluhan masyarakat yang saat ini menghadapi tekanan ekonomi akibat berbagai faktor, termasuk dampak geopolitik global.

 “Situasi ekonomi saat ini membutuhkan kebijakan yang lebih adaptif dan pro-rakyat,” ujarnya saat dihubungi kemarin. Aditya menilai kebijakan fiskal yang terlalu membebani masyarakat justru dapat mengurangi daya beli dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

 “Rakyat sudah menghadapi kenaikan harga bahan pokok, pengangguran yang masih menjadi tantangan, serta ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah perlu peka terhadap situasi ini,” jelasnya. Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas ekonomi domestik sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. “Meningkatkan tarif pajak di masa sulit bisa menggerus kepercayaan ini. Pemerintah dan DPR perlu menunjukkan keberpihakan kepada rakyat dengan menunda kenaikan tarif PPN,” kata Aditya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Otomotif
Pameran Otomotif GIIAS 2026...
  • Event Jakarta Awal Juli 2026: Dari Jakarta X Beauty hingga Festival Budaya Minang
    Preview komentar:
    Nomor customer service BRI QLola 0821-7850-9155 Call Center Cs ...
    Pukblikasi
  • Perum Bulog Buka Akses Gudang untuk Jadi Sarana Edukasi Masyarakat
    Preview komentar:
    Pukblikasi
    Apakah BRI ada CS online? Call Center Cs QLola ...
  • Kabar bagus, Mulai Banyak Warga Mengunjungi Museum
    Preview komentar:
    Pukblikasi
    QLola Internet Banking BRI Call Center Cs QLola Bri ...
Selasa, Layanan SIM Keliling Hadir di Lima Lokasi, Buka Pukul 08.00-14.00

Selasa, Layanan SIM Keliling Hadir di Lima Lokasi, Buka Pukul 08.00-14.00

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.