Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur DKI Jakarta Desak Penindakan Tegas Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 14:18 WIB | Oleh:
Gubernur DKI Jakarta Desak Penindakan Tegas Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan Doc: Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap dugaan penyekapan tiga karyawan percetakan di Senen. Menurut dia, segala bentuk kekerasan tidak boleh dibiarkan terjadi di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung langkah hukum yang dilakukan aparat dalam menangani perkara tersebut secara menyeluruh. Ia berharap proses penegakan hukum berjalan objektif agar para korban memperoleh perlindungan dan keadilan sesuai ketentuan berlaku.

"Jadi kalau bagi siapa pun melakukan tindak kekerasan maupun penyekapan. Saya minta untuk aparat penegak hukum termasuk Pemerintah DKI Jakarta mengambil langkah tegas terhadap hal itu. Enggak boleh terjadi," kata dia, Selasa (30/6).

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah mendukung penindakan kejahatan terutama terhadap setiap bentuk kekerasan maupun penyekapan yang melanggar hukum.

Kasus tersebut terungkap setelah kepolisian menerima laporan masyarakat mengenai dugaan penyekapan. Tiga korban diduga disekap selama hampir tiga pekan sebelum akhirnya berhasil ditemukan aparat kepolisian dalam operasi penggerebekan.

Saat penggerebekan dilakukan pada Jumat (26/6) lalu, polisi menemukan kondisi ketiga korban dalam keadaan memprihatinkan. Dua korban ditemukan dengan kaki diborgol dan diikat menggunakan tali baja, sedangkan seorang korban lainnya dibelenggu rantai besi.

"Setelah diketahui korban bernama Tegar diduga melakukan pencurian pelat di percetakan milik saudara Martin, selanjutnya ketiga korban disekap sampai kaki diborgol dan diikat selama tiga minggu," ujar Kapolsek Senen, Komisaris Widodo Saputro.

Ia menjelaskan peristiwa bermula dari dugaan pencurian pelat percetakan oleh salah seorang korban bersama rekannya. Dugaan tersebut berkaitan dengan percetakan milik pria bernama Martin yang sebelumnya menjadi tempat korban bekerja.

Ia menyebut para korban diduga tidak diserahkan kepada aparat penegak hukum setelah peristiwa tersebut diketahui oleh pemilik percetakan. Sebaliknya, ketiga korban mengalami penyekapan selama kurang lebih tiga minggu hingga akhirnya kasus itu terungkap melalui laporan masyarakat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelajar Ramaikan Festival Budaya di Nagan Raya

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelajar Ramaikan Festival B...

Tugas Berat di Pundak Kaur Bengkulu Harus Kejar 7.000 Peserta

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tugas Berat di Pundak Kaur ...
Daerah
Gairahkan Penumpang, Pelni ...
Olahraga
Winger Chelsea Alejandro Ga...

Pemprov DKI Bangun Kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09

46 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Pemprov DKI Bangun Kembali ...
Megapolitan
Buat Kemacetan Parah di Cak...
Ekonomi
IHSG Pagi Ini Bergerak Naik...
Megapolitan
Pramono Ungkap Penyebab Mac...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.