Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daging Ayam Bisa Pengaruhi Hormon Anak Laki-Laki? Tidak Benar. Ini Faktanya

📅 Jumat, 20 Des 2024, 07:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Daging Ayam Bisa Pengaruhi Hormon Anak Laki-Laki? Tidak Benar. Ini Faktanya  Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian meminta masyarakat agar tak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti. Semua proses produksi ayam, termasuk pemberian pakan, diawasi dengan ketat untuk memastikan keamanan pangan

JAKARTA— Belakangan ini, beredar bahwa pemberian nutrisi seperti lisin dan metionin pada pakan ayam bisa meningkatkan hormon estrogen pada ayam dan memengaruhi hormon anak laki-laki yang makan daging ayam. Namun, kabar ini tidak benar dan tidak didukung bukti ilmiah.  

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin menyatakan bahwan lisin dan metionin adalah zat penting yang diberikan pada ayam untuk membantu pertumbuhan dan produksi mereka, seperti pembentukan otot dan kesehatan tubuh. Menurutnya, zat ini tidak ada hubungannya dengan peningkatan hormon estrogen pada ayam”.  

Ia menjelaskan, estrogen adalah hormon alami yang memang ada pada ayam betina, terutama untuk membantu proses bertelur. Namun, ayam pedaging (broiler) yang kita konsumsi biasanya dipanen saat usianya masih muda, yaitu sekitar 4–6 minggu. Pada usia tersebut, kadar hormon estrogen di tubuh ayam masih sangat rendah.  

“Daging ayam yang kita makan mengandung hormon estrogen yang sangat kecil, tidak cukup untuk memengaruhi kesehatan atau hormon manusia, termasuk anak laki-laki,” kata Nuryani di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta (18/12).  

Hal senada diungkapkan oleh pakar kesehatan masyarakat veteriner Denny Widaya Lukman, ahli unggas Antimon Ilyas, dan pakar fisiologi biokimia Ronald Tarigan. Mereka menegaskan bahwa pemberian lisin dan metionin pada ayam tidak menyebabkan peningkatan kadar hormon estrogen.

Nuryani juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti. “Semua proses produksi ayam, termasuk pemberian pakan, diawasi dengan ketat untuk memastikan keamanan pangan. Jadi, daging ayam yang beredar di pasaran aman untuk dikonsumsi,” katanya.  

Kesimpulannya, lisin dan metionin yang diberikan pada pakan ayam tidak meningkatkan hormon estrogen pada ayam. Kabar bahwa daging ayam memengaruhi hormon anak laki-laki hanyalah mitos yang tidak didukung fakta ilmiah. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi daging ayam sebagai sumber protein yang sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Luar Negeri
Kanada Balas Tarif Trump, S...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.