Terlibat Kasus Suap, Pelatih Timnas Sepakbola Tiongkok Divonis 20 Tahun Penjara
📅 Jumat, 13 Des 2024, 15:25 WIB | Oleh: Tim PenulisIa juga tampil dalam film dokumenter yang ditayangkan oleh CCTV pada bulan Januari tentang korupsi yang merajalela di sepak bola Tiongkok.
CCTV kadang-kadang menayangkan pengakuan tersangka kriminal sebelum mereka muncul di pengadilan, sebuah praktik yang dikutuk secara luas oleh kelompok hak asasi manusia.
Dalam program tersebut, Li mengatakan telah mengatur suap hampir 421.000 dollar AS untuk mengamankan posisi pelatih kepala dan membantu mengatur pertandingan CSL.
"Saya sangat menyesal. Saya seharusnya menundukkan kepala dan mengikuti jalan yang benar," kata Li selama acara tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ada hal-hal tertentu yang pada saat itu merupakan praktik umum dalam sepak bola."
Rangkaian Hukuman
Pihak berwenang Tiongkok telah mengumumkan serangkaian hukuman atas kasus korupsi minggu ini, dan media pemerintah mengatakan hukuman terhadap mantan wakil kepala administrasi olahraga nasional juga diperkirakan akan dijatuhkan pada hari Jumat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada hari Rabu, Liu Yi, yang menjabat sebagai sekretaris jenderal Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA), dijatuhi hukuman 11 tahun dan denda 3,6 juta yuan (495.000 dollar AS) karena menerima suap.
Pada hari yang sama, mantan kepala kantor manajemen wasit CFA Tan Hai dijatuhi hukuman enam setengah tahun dan denda 200.000 yuan untuk kejahatan yang sama.
Dan pada hari Selasa, Qi Jun, mantan kepala perencanaan strategis CFA, dijatuhi hukuman tujuh tahun dan denda 600.000 yuan.
Mantan kepala CFA Chen Xuyuan dipenjara seumur hidup pada bulan Maret karena menerima suap.
Para pendukung tindakan keras Xi terhadap korupsi mengatakan kebijakan tersebut mendorong pemerintahan yang bersih. Namun yang lain mengatakan kebijakan itu juga berfungsi sebagai sarana baginya untuk membersihkan pesaing politik.
Xi menyatakan diri sebagai penggemar sepak bola yang ingin Tiongkok menjadi tuan rumah dan memenangkan Piala Dunia suatu hari nanti, tetapi tim nasional putra telah lama gagal memberikan kesan yang baik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!