Hati-hati Tergoda Diskon, Kenali Trik Psikologis yang Mengelabui Otak dan Memicu Perilaku Belanja Impulsif
📅 Kamis, 12 Des 2024, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock
Cathrine Jansson-Boyd, Anglia Ruskin University
Pada momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) atau menjelang hari-hari perayaan besar seperti Natal ini, rasanya mustahil kita bisa steril dari hujan iklan dan promo diskon spesial.
Toko ritel bakal berbondong-bondong menggelar obral besar-besaran. Platform belanja daring baik e-commerce atau pun marketplace berlomba-lomba memberikan penawaran menarik dan banjir diskon.
Apa pun momennya, diskon membuat kita bahagia, sehingga sulit untuk tidak tergoda. Tapi tahukah kamu, bahwa dibalik diskon, sebenarnya ada trik psikologis yang digunakan para peritel untuk mengelabui otak kita dan memicu perilaku belanja impulsif?
Sebaiknya Anda baca juga:
Diskon memicu “hormon bahagia”
Secara saintifik, diskon bisa memicu respons kimiawi dalam otak yang menggugah nafsu belanja kita. Reaksi tersebut terjadi ketika kita melihat diskon menarik pada label harga, bagian otak kita yang berperan dalam merasakan kesenangan (nucleus accumbens) akan aktif.
Dengan kata lain, kita menjadi sangat puas ketika menemukan dan membeli barang dengan harga murah. Nucleus accumbens, bersama dengan bagian otak lain yang berhubungan dengan rasa kesenangan lainnya, juga memperkaya reaksi emosi lanjutan, terutama saat melibatkan dopamin yang dikenal sebagai “hormon bahagia”.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dopamin adalah zat kimia dalam otak (neurotransmitter) yang membantu mengontrol pusat penghargaan dan kepuasan individu, yang berhubungan dengan perasaan bahagia. Ketika orang melihat gambar-gambar barang incaran mereka, bagian otak dengan reseptor dopamin akan aktif.
Belanja bisa memicu “ledakan” dopamin, sehingga kita merasa sangat senang saat melakukannya.
Dopamin juga mendorong orang menjadi lebih impulsif dalam mengambil keputusan. Hal inilah yang menjelaskan mengapa orang-orang suka berburu diskon.
Berburu dan diburu
Jadi, karena konsumen senang ketika merasa dihargai dan dipuaskan, maka tugas peritel adalah memberikan penghargaan dan kepuasan yang diinginkan pelanggan—dan kerap para peritel memang sungguh-sungguh melakukannya. Berbekal pemahaman akan dasar-dasar psikologis manusia, peritel menggunakan berbagai strategi untuk meningkatkan dopamin pelanggan dengan memastikan pelanggan mendapatkan barang yang mereka cari.
Salah satu taktik yang sering digunakan peritel adalah penawaran diskon dalam waktu singkat untuk menciptakan kesan ekstra mendesak. Batas waktu yang diberikan oleh pemilik toko bisa meningkatkan adrenalin konsumen dan membuat mereka sangat bersemangat untuk berburu diskon.
Penggunaan pengatur waktu mundur di situs web juga memiliki efek serupa yang membuat konsumen merasa harus segera bertindak sebelum kehilangan kesempatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!