Di Tengah Ekonomi Menantang, Bank BJB Pertahankan Kinerja Solid sepanjang 2024
📅 Rabu, 11 Des 2024, 00:00 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Bank BJB mencatatkan kinerja dan pertumbuhan bisnis solid sepanjang tahun ini di tengah tantangan ekonomi nasional dan global. Capaian tersebut didukung inovasi layanan perbankan, diversifikasi bisnis, serta pengelolaan risiko yang matang.
“Kami terus fokus pada penguatan sinergi grup Bank BJB, melalui optimalisasi product holding serta pengembangan layanan digital untuk peningkatan fee based income,” ujar Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/12).
Hingga kuartal III 2024, Bank BJB membukukan pertumbuhan total aset sebesar 17,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu atau year-on-year (yoy) menjadi 210 triliun rupiah. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 17,1 persen (yoy) menjadi 153,2 triliun rupiah, sementara kredit termasuk pembiayaan tumbuh 10,4 persen secara yoy hingga mencapai 138 triliun rupiah. Laba sebelum pajak konsolidasi tercatat sebesar 1,47 triliun rupiah, dan laba setelah pajak mencapai 1,16 triliun rupiah.
Segmen kredit konsumer menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 6,8 persen (yoy) mencapai 73,1 triliun rupiah. Bank BJB juga berhasil mempertahankan market share terkait penyaluran kredit kepada ASN di Jawa Barat dan Banten hingga 54 persen.
Dari sisi pendanaan Bank BJB berhasil mengoptimalkan rasio LDR di level 85,1 persen, dengan Non-Performing Loan (NPL) pada level 1,53 persen dan Coverage Ratio di atas 100 persen. Rasio permodalan (CAR) Bank BJB juga terjaga di level 19,4 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain fokus pada kinerja keuangan, Bank BJB akan memperkuat prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, Governance). Hingga September 2024, portofolio keberlanjutan Bank BJB mencapai 18,2 triliun rupiah, dengan portofilo terbesarnya berada di sektor berwawasan lingkungan, UMKM, dan transportasi ramah lingkungan.
Salah satu pencapaian besar Bank BJB pada tahun ini adalah penerbitan sustainability bond senilai 1 triliun rupiah. Obligasi ini mengalami oversubscribed hingga 4,66 kali dari target awal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!