Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fasilitasi Pembangunan Ekosistem Berbasis Desa yang Libatkan UMKM, Koperasi, dan Swasta

📅 Selasa, 10 Des 2024, 01:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Fasilitasi Pembangunan Ekosistem Berbasis Desa yang Libatkan UMKM, Koperasi, dan Swasta Doc: antara
Ket. Imron Rozuli Pengamat perdesaan Sekaligus Pakar Sosiologi dari Universitas Brawijaya Malang - Pengembangan industri berbasis kawasan perdesaan akan menjadi motor penggerak untuk meningkatkan lapangan kerja dan mendorong aktivitas produktif.

JAKARTA– Badan Percepatan Penanganan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) mengungkapkan pentingnya industrialisasi desa sebagai strategi utama pengentasan kemiskinan.

Kepala BP Taskin, Budiman Sujatmiko, di Jakarta, Senin (9/12), mengatakan desa bukan hanya penerima bantuan, tetapi harus menjadi motor penggerak industrialisasi yang mandiri dan inklusif.

Berdasarkan data persebaran penduduk miskin di Indonesia, masih dominan di wilayah perdesaan, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa, tuturnya, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industrialisasi melalui pengolahan hasil pangan, energi terbarukan, dan teknologi digital.

Oleh sebab itu, pemerintah harus memfasilitasi pembangunan ekosistem berbasis desa yang melibatkan UMKM, koperasi, dan sektor swasta.Dengan menggerakkan lebih dari 50.000 desa, dia optimistis dapat menciptakan lapangan kerja baru yang memberdayakan masyarakat miskin.

Strategi tersebut mencakup penguatan akses masyarakat desa terhadap pelatihan kewirausahaan, pembiayaan inovatif, dan teknologi digital. Budiman juga menyebutkan bahwa pemerintah akan mengintegrasikan program desa digital untuk mempercepat industrialisasi itu.

Selain itu, juga penting menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) di sektor pertanian dan perikanan sebagai salah satu inovasi agar mampu mendongkrak produktivitas desa.

Lebih Diberdayakan

Pengamat perdesaan sekaligus pakar sosiologi dari Universitas Brawijaya Malang, Imron Rozuli, mengatakan masyarakat desa memang lebih baik diberdayakan melalui upaya industrialisasi karena pemberian bantuan yang terus-menerus hanya akan menimbulkan kebergantungan dan membuat mekanisme kemandirian warga menurun.

Pola pengembangan ekonomi desa melalui peningkatan anggaran desa selama ini masih terjebak dalam kubangan,belum mampu keluar dari upaya yang lebih strategis. “Pengembangan industri berbasis kawasan perdesaan akan menjadi motor penggerak untuk meningkatkan lapangan kerja dan mendorong aktivitas produktif. Harus ada proses hilirisasi di level basis kawasan untuk mendorong peningkatan nilai tambah dan produktivitas masyarakat perdesaan,” katanya.

Masyarakat, jelasnya, tidak terus diberi asupan, namun didorong untuk produktif dan berkarya atau bekerja. Jika pola ini dilaksanakan secara masif maka terbangun ekosistem hilirisasi berbasis aktivitas masyarakat perdesaan. Maka, perlu diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal, misalnya pertanian karena sumberdaya utama di Indonesia adalah sektor pertanian.

Sementara itu, founder dan peneliti di Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, mengatakan industrialisasi di desa cukup menarik, seperti yang dilakukan di Tiongkok, untuk mendorong transformasi dari desa-desa pertanian menjadi desa-desa penghasil produk industri serta modernisasi pertanian.

Tiongkok, katanya, butuh 22 tahun sejak open the door policy hingga bergabung ke pasar terbuka melalui WTO (World Trade Organization) di 2001, sehingga industri domestiknya cukup kuat. Hal itu karena ada sistem manufaktur yang andal yang mengonsolidasi hasil industri perdesaan dan mampu memasarkan secara luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.