Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Terkini Ungkap Kandungan Logam pada Air Minum Berisiko Sebabkan Kanker

📅 Rabu, 04 Des 2024, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi Terkini Ungkap Kandungan Logam pada Air Minum Berisiko Sebabkan Kanker Doc: ANTARA/Pexels/Adrienn

JAKARTA - Sebuah studi terbaru di Texas menemukan bahwa bahkan kadar arsenik yang rendah dalam air, di bawah ambang batas regulasi 10 bagian per miliar (ppb), dapat meningkatkan risiko kesehatan, termasuk risiko kanker ginjal.

Dalam studi ini, para peneliti dari Texas A&M University School of Public Health meneliti hubungan antara kadar arsenik dalam air minum dan tingkat kanker ginjal di 240 wilayah di Texas. Arsenik secara alami terdapat di air tanah di Texas dan daerah lainnya.

Dikutip dari Medical Daily, Rabu (4/12), kanker ginjal adalah kanker ketujuh yang paling umum di Amerika Serikat, dengan angka kejadian yang telah disesuaikan menurut usia sebesar 17,2 per 100 ribu orang pada tahun 2017 hingga 2021.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko, termasuk jenis kelamin laki-laki, etnis Afrika-Amerika, atau riwayat keluarga dengan penyakit ini.

Selain itu, gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, dan obesitas, serta kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit ginjal lanjut, juga dapat meningkatkan risiko.

Studi juga menunjukkan bahwa paparan bahan kimia tertentu, seperti trichloroethylene, dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Juga adanya hubungan dosis-respons antara kadar arsenik dalam air minum dan risiko kanker ginjal, di mana risiko kanker meningkat sebesar 4 persen untuk setiap dua kali lipat kadar arsenik.

Peneliti juga mencatat bahwa paparan arsenik dengan kadar sedang (1–5 ppb) dan tinggi (>5 ppb) meningkatkan risiko kanker masing-masing sebesar 6 persen dan 22 persen.

"Beberapa sistem air publik dikelola dengan buruk sehingga dapat mengekspos pelanggan terhadap arsenik, tetapi 40 juta orang di Amerika Serikat yang mengandalkan sumur pribadi sangat rentan," kata Taehyun Roh, dari Departemen Epidemiologi dan Biostatistik yang terlibat dalam studi tersebut.

"Studi ini menunjukkan bahwa bahkan paparan arsenik dalam kadar rendah di air minum dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker ginjal, yang sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menghubungkan paparan ini dengan kanker paru-paru, kandung kemih, dan kulit," tambah Roh.

Para peneliti memperingatkan bahwa studi ini hanya menunjukkan hubungan antar faktor, tetapi tidak membuktikan sebab-akibat. Mereka menekankan perlunya studi lanjutan untuk menilai pengaruh faktor lain seperti gaya hidup, riwayat keluarga dengan kanker ginjal, dan sumber paparan arsenik lainnya.

Namun, berdasarkan temuan ini, para peneliti menyerukan regulasi yang lebih ketat dan intervensi kesehatan masyarakat yang terfokus.

"Temuan kami menunjukkan bahwa pengurangan paparan arsenik dapat menurunkan angka kejadian kanker ginjal. Hal ini dapat dicapai melalui pengawasan regulasi yang lebih baik dan intervensi kesehatan masyarakat yang terarah," kata Nishat Tasnim Hasan, salah satu peneliti yang terlibat. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Advertisement
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Habis, Termasuk Royal Box!

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Habis, Termasuk Royal Box!

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.