Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati Konsumsi Gandum Berlebih, Penyakit Autoimun Celiac Mulai Merebak di Asia

📅 Senin, 02 Des 2024, 10:46 WIB | Oleh:

Dua negara dengan penduduk terbanyak di dunia, India dan Tiongkok, juga menanam gandum dalam jumlah paling banyak. Orang India mengonsumsi rata-rata 48,0 kilogram/orang/tahun. 

Bertentangan dengan kepercayaan umum, konsumsi tepung terigu per kapita di rumah tangga pedesaan Tiongkok adalah 59,6 kg dan jauh lebih tinggi daripada di rumah tangga perkotaan Tiongkok (12,5 kg).

"Lebih jauh lagi, meningkatnya pengaruh Barat dalam pola makan dan penggunaan makanan berbasis gluten komersial seperti roti, mi, dan pasta menyebabkan peningkatan konsumsi gluten di banyak negara Asia," ujarnya. 

Konsumsi gluten semakin diperparah oleh urbanisasi kota-kota kecil, migrasi ke kota-kota metropolitan yang sibuk, dan budaya makan di restoran cepat saji. Peningkatan konsumsi gluten kemungkinan akan meningkatkan peluang perkembangan CeD pada populasi yang rentan secara genetik. 

Meskipun CeD muncul di banyak negara Asia, kesiapan untuk menangani pasien ini di Asia sangat terbatas. Sebuah langkah yang disambut baik telah diambil ketika sebuah kelompok kerja yang terdiri dari 13 anggota dari kawasan Asia-Pasifik dan Organisasi Gastroenterologi Dunia meninjau literatur yang relevan tentang berbagai isu khusus di kawasan Asia-Pasifik untuk diagnosis dan penanganan CeD dan merekomendasikan berbagai solusi yang memungkinkan. 

Lebih jauh, Asosiasi Gastroenterologi Asia-Pasifik telah membentuk kelompok kerja formal tentang penyakit celiac untuk melakukan penelitian yang relevan guna mengungkap beban CeD di Asia. 

"Salah satu prioritas terpenting tentang CeD di Asia adalah untuk mengeksplorasi dan memperkirakan prevalensi CeD di banyak negara Asia dan meningkatkan kesadaran tentang penyakit ini di kalangan ahli gastroenterologi, dokter penyakit dalam, dokter anak, dokter patologi, dan dokter perawatan primer," tuturnya. 

Manajemen CeD yang sukses terutama bergantung pada kombinasi faktor yang melibatkan pemahaman pasien tentang penyakit serta mengikuti pantangan makanan yang ditentukan. Ada kekurangan ahli diet terlatih di Asia untuk memberikan konseling yang memadai kepada pasien ini. Karena kekurangan ini, penting bagi dokter untuk mengetahui lebih banyak tentang aspek praktis dalam meresepkan diet bebas gluten. Ini termasuk tidak hanya pembatasan makanan tetapi juga menyarankan diet seimbang yang disesuaikan dengan masing-masing pasien. 

"Ada juga kebutuhan untuk ketersediaan makanan bebas gluten yang andal dalam rantai pasokan makanan dan undang-undang untuk pemeliharaan kendali mutu makanan bebas gluten dalam industri makanan Asia." 

"Sebagai kesimpulan, jumlah total pasien CeD di Asia, karena populasinya yang besar, kemungkinan akan melampaui jumlah total pasien di seluruh dunia," ungkapnya. 

Ada kebutuhan untuk mengenali keberadaan CeD di negara-negara Asia, dan negara-negara Asia tersebut harus mulai mempersiapkan diri untuk menangani epidemi CeD yang muncul di Asia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Lumpuh Total, Listrik di Se...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.