Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Siap Kenakan Tarif ke Produk Elektronik Berdasarkan Jumlah Chip

📅 Senin, 29 Sep 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Trump Siap Kenakan Tarif ke Produk Elektronik Berdasarkan Jumlah Chip Doc: istimewa
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini dilaporkan tengah mempertimbangkan pengenaan tarif pada produk elektronik asing berdasarkan jumlah chip yang terpasang di masing-masing perangkat. Hal itu sebagai upaya mendorong perusahaan untuk mengalihkan manufaktur mereka ke AS. 

Tiga orang yang mengetahui masalah tersebut menyatakan Departemen Perdagangan AS akan mengenakan tarif yang setara dengan persentase tertentu dari perkiraan nilai isi chip produk, namun rencana itu masih bisa berubah.

“Amerika tidak dapat bergantung pada impor asing untuk produk semikonduktor yang penting bagi keamanan nasional dan ekonomi kita,” kata juru bicara Gedung Putih Kush Desai.

“Pemerintahan Trump menerapkan pendekatan yang bernuansa dan multifaset untuk memindahkan kembali manufaktur penting ke AS melalui tarif, pemotongan pajak, deregulasi, dan kelimpahan energi,” tambahnya.

Jika dilaksanakan, rencana tersebut bahwa pemerintahan Trump berupaya menyerang berbagai produk konsumen, mulai dari sikat gigi hingga laptop, yang berpotensi meningkatkan inflasi karena berupaya meningkatkan manufaktur AS.

“Rencana tersebut dapat mendorong kenaikan harga barang-barang konsumsi di saat AS menghadapi masalah inflasi yang ada di atas target The Fed dan terus meningkat,” kata Ekonom di American Enterprise Institute, Michael Strain yang berhaluan konservatif. Adapun, target inflasi Federal Reserve adalah 2 persen.

Strain menambahkan, barang-barang yang diproduksi di dalam negeri kemungkinan akan menjadi lebih mahal, akibat tarif baru pada bahan baku utama yang dibutuhkan untuk membuat barang-barang tersebut.

Trump telah menerapkan serangkaian tarif yang bertujuan untuk memperkuat manufaktur Amerika, mengumumkan pada hari Kamis tarif impor baru yang luas, termasuk bea masuk 100 persen pada obat-obatan bermerek dan pungutan 25 persen pada truk bermuatan berat, yang memicu ketidakpastian perdagangan baru setelah periode yang relatif tenang.

Ancaman Keamanan Nasional

Pada April lalu, pemerintahan Trump mengumumkan penyelidikan terhadap impor produk farmasi dan semikonduktor sebagai bagian dari upaya untuk mengenakan tarif pada produk tersebut, dengan alasan bahwa kebergantungan yang besar pada produksi asing menimbulkan ancaman keamanan nasional.

Namun, muncul pertanyaan tentang produk-produk yang mengandung chip yang akan terkena tarif, besaran tarif, dan apakah ada negara, produk, atau perusahaan yang akan dikecualikan.

Trump pada Agustus mengatakan, AS akan mengenakan tarif sekitar 100 persen pada impor semikonduktor tetapi mengecualikan perusahaan yang memproduksi di AS atau telah berkomitmen untuk melakukannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.