Lonjakan Inflasi Medis Bisa Berimbas ke Jaminan Sosial Masyarakat
📅 Sabtu, 30 Nov 2024, 09:40 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: Budi
JAKARTA- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam laporan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa periode Januari-September 2024 masih menyoroti kenaikan harga atau inflasi medis yang menyebabkan kenaikan pembayaran klaim kesehatan.
Bahkan, klaim kesehatan dibanding dengan penerimaan premi terus menunjukkan tren kenaikan dari 95 persen menjadi 139,5 persen pada kuartal III-2024.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (29/11) mengatakan jika inflasi medis ini terus merangkak, maka dikhawatirkan akan berimbas ke lonjakan jaminan sosial masyarakat yang dikelolah BPJS Kesehatan.
“Perusahaan asuransi otomatis akan mengevaluasi produk-produk mereka dan salah satu pilihannya adalah tidak memasarkan produk yang biaya klaimnya tinggi, sehingga masyarakat yang tadinya tidak menggunakan fasilitas perlindungan sosial mau tidak mau beralih ke BPJS agar tetap terlindungi,” kata Budi.
Sementara itu, Ketua Bidang Kanal Distribusi dan Inklusi Tenaga Pemasar AAJI, Elin Waty mengatakan pada titik kenaikan tertentu dengan melihat kemampuan permodalan perusahaan, maka produk akan dievaluasi dengan melakukan penyesuaian baik benefit yang ditawarkan maupun dari sisi harga premi yang disesuaikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut Budi mengatakan hingga akhir kuartal ketiga, industri asuransi jiwa mencatatkan total pendapatan sebesar 166,27 triliun rupiah, mencerminkan tren positif dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Peningkatan itu didorong oleh capaian positif pendapatan premi dan hasil investasi.
“Sepanjang Januari hingga September 2024, industri asuransi jiwa mencatatkan total pendapatan sebesar 166,27 triliun rupiah atau meningkat 2,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023 lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh capaian positif dari total pendapatan premi yang meningkat 0,2 persen dengan total nilai mencapai 132,27 triliun rupiah,” jelas Budi.
Pertumbuhan pendapatan premi didorong oleh pendapatan premi lanjutan sebesar 56,6 triliun rupiah atau meningkat 4,2 persen, dan premi reguler yang naik 5,7 persen dengan total capaian 79,08 triliun rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, industri asuransi jiwa mencatatkan hasil positif pada pendapatan premi lanjutan dan premi yang dibayarkan secara berkala. Ini artinya ada peningkatan loyalitas para pemegang polis kepada perusahaan sekaligus pertanda adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi asuransi” tambah Budi.
Sementara itu, hasil investasi yang diperoleh hingga September 2024 juga memberikan kontribusi yang signifikan dengan pertumbuhan 15,1 persen, mencapai 26,95 triliun rupiah.
Klaim Turun
Elin Waty pada kesempatan itu menjelaskan perkembangan pembayaran klaim industri asuransi jiwa. Sepanjang periode Januari hingga September 2024, total pembayaran klaim industri asuransi jiwa tercatat mengalami penurunan.
“Kami mencatat adanya penurunan pada pembayaran klaim industri asuransi jiwa sepanjang Januari hingga September tahun ini. Secara total industri asuransi jiwa telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar 119,97 triliun rupiah, menurun 2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023. Nilai tersebut dibayarkan kepada 16,76 juta orang penerima manfaat,” ujar Elin.
Penurunan terutama dipengaruhi oleh klaim surrender yang berkurang 15,2 persen, menjadi 58,11 triliun rupiah. Namun, beberapa jenis klaim lainnya seperti partial withdrawal, klaim kesehatan, dan klaim meninggal dunia mengalami peningkatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!