Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Salurkan Bantuan pada Hari Pertama Gencatan Senjata di Lebanon

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 01:00 WIB | Oleh:
PBB Salurkan Bantuan pada Hari Pertama Gencatan Senjata di Lebanon Doc: antara
Ket. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

NEW YORK – Seiring kesepakatan gencatan senjata mulai diberlakukan pada hari Rabu (27/11), badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mitra-mitranya dikerahkan untuk menyalurkan bantuan dan membantu orang-orang yang membutuhkan.

"Badan kemanusiaan akan terus merespons untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat, Tom Fletcher, di platformmedia sosial X.

Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon merupakan harapan terbesar untuk mengakhiri penderitaan luar biasa dalam krisis kemanusiaan paling dahsyat dalam satu generasi ini, demikian disampaikan (PBB).

Pada hari pertama gencatan senjata, di tengah suhu yang sangat rendah, 11 truk dari Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) mengantarkan pasokan darurat kepada lebih dari 3.000 orang di Baalbek, termasuk selimut, kasur, jaket musim dingin, lembaran plastik, lampu tenaga surya, dan alas tidur.

Segera setelah gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 04.00 waktu setempat, penduduk Lebanon selatan, pinggiran selatan Beirut dan (Lembah) Bekaa mulai kembali ke rumah mereka setelah terpaksa mengungsi selama berbulan-bulan," kata UNHCR.

Kerja Sama

Badan tersebut mengatakan akan terus bekerja sama dengan otoritas dan mitra setempat untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan kepada warga yang terdampak guna membantu mereka tetap hangat dan aman selama musim dingin tahun ini. UNHCR telah mengirimkan lebih dari 330.000 barang bantuan kepada lebih dari 190.000 orang di Lebanon sejak 23 September.

Sementara itu, Dana Anak-anak PBB atau United Nations Children's Fund (Unicef) terus membantu anak-anak yang terdampak parah oleh konflik tersebut, dan memberikan bantuan psikologis darurat kepada ribuan anak dan pengasuh mereka. Sejak September, UNICEF telah menjangkau lebih dari 9.000 anak dan pengasuhnya dengan bantuan psikologis.

"Upaya mendesak harus segera dimulai untuk memastikan perdamaian ini dapat dipertahankan," ujar Direktur Eksekutif Unicef, Catherine Russell.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.