Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IDI Grobogan Beri Informasi Cara Pengobatan Penyakit Cacar Air

📅 Kamis, 28 Nov 2024, 12:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
IDI Grobogan Beri Informasi Cara Pengobatan Penyakit Cacar Air Doc: Koran Jakarta/IDI Grobogan/iStockphoto
Ket. Cacar air pada anak.

JAKARTA - Cacar air adalah penyakit yang cukup serius, penyakit ini dapat dialami oleh anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Gejala awal dari penyakit cacar air pada anak hingga orang dewasa lebih sering berupa peningkatan suhu tubuh, nyeri kepala, menggigil, dan berkurangnya nafsu makan. 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Grobogan dengan alamat website idikabgrobogan.orgadalah organisasi profesi yang mewadahi para dokter yang berpraktek di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut. 

Pada saat ini, IDI Grobogan sedang melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyakit cacar air yang bisa mengganggu aktivitas dan kesehatan. Ada beberapa penyebab terjadinya cacar air bagi anak-anak hingga orang dewasa, serta obat yang direkomendasikan untuk penderitanya.

Apa saja penyebab cacar air pada anak-anak hingga orang dewasa? 

IDI Grobogan menjelaskan bahwa cacar air, atau varicella, adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Berikut adalah penyebab utama terjadinya cacar air meliputi:

1. Infeksi virus

Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang sangat menular. Virus ini dapat menyebar melalui percikan air liur dari penderita yang terinfeksi, kemudian menyentuh lepuhan atau cairan dari lepuhan cacar air orang yang terinfeksi juga dapat menyebabkan cacar air.

2. Penularan Ibu ke Bayi

Selain cacar air dapat menyerang usia anak-anak hingga orang dewasa, cacar air dapat ditularkan dari ibu hamil kepada bayi melalui plasenta, terutama jika ibu terinfeksi pada trimester pertama kehamilan.

3. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mereka yang sedang menjalani pengobatan imunosupresif atau memiliki kondisi medis tertentu (misalnya HIV/AIDS), lebih rentan terhadap infeksi cacar air dan dapat mengalami gejala yang lebih parah.

4. Kebersihan Lingkungan yang Buruk

Faktor terakhir terjadinya cacar air adalah karena lingkungan yang kotor. Lingkungan dengan jumlah orang yang padat atau tempat-tempat di mana banyak orang berkumpul (seperti sekolah, tempat kerja dan rusun) dapat meningkatkan risiko penularan virus.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk penderita cacar air?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.