Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Bantul Data Kebutuhan Logistik Daerah Terdampak Cuaca Ekstrem

📅 Kamis, 28 Nov 2024, 17:40 WIB | Oleh:
BPBD Bantul Data Kebutuhan Logistik Daerah Terdampak Cuaca Ekstrem Doc: (ANTARA/HO-BPBD Bantul)
Ket. Penanganan lokasi kejadian pohon tumbang dampak cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta oleh BPBD Bantul. Kamis (28/11).

BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah melakukan pendataan kebutuhan logistik terhadap lokasi terdampak cuaca ekstrem atau hujan lebat disertai angin kencang yang melanda delapan kecamatan di daerah ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol saat dikonfirmasi di Bantul, Kamis, mengatakan hujan intensitas lebat dan angin kencang di beberapa kecamatan di Bantul pada Kamis pagi, mengakibatkan tujuh kejadian pohon tumbang dan satu lokasi tanah bergerak.

"Kondisi terakhir saat ini pohon tumbang selesai penanganan dan pendataan serta gerakan tanah sudah selesai dalam pendataan kebutuhan," katanya.

Dia menyebut delapan kecamatan terdampak hujan lebat disertai angin kencang itu, adalah tujuh kejadian pohon tumbang di Kecamatan Pundong, Bambanglipuro, Jetis, Srandakan, Piyungan, Kretek, dan Sedayu, sedangkan kejadian tanah bergerak di Mangunan, Kecamatan Dlingo.

Dia menyebut dampak kejadian tersebut, yaitu kerusakan pada sebagian komponen rumah di empat lokasi atau rumah, berdampak pada tertutup akses jalan tiga titik dan terputus jaringan internet satu titik.

"Kebutuhan yang diperlukan yaitu logistik kerja bakti, terpal dan tenda keluarga di Mangunan, Dlingo, kemudian terpal untuk pohon tumbang di lokasi Surobayan, Kelurahan Argomulyo, (Kecamatan) Sedayu," katanya.

Berdasarkan laporan dari personel yang melakukan asesmen, katanya, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut. Namun, nilai kerusakan akibat hujan lebat disertai angin kencang tersebut diperkirakan mencapai Rp87 juta.

Atas kejadian tersebut, BPBD Bantul mengimbau masyarakat, terutama di daerah rawan bencana, agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, mengingat hujan deras masih berpotensi terjadi.

"Dan juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, forum pengurangan risiko bencana (FPRB), lembaga terkait dan jejaring relawan untuk meningkatkan kewaspadaan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.