Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Generasi Muda Diajak Warisi Keterampilan Pembuatan Keris

📅 Rabu, 27 Nov 2024, 20:19 WIB | Oleh:
Generasi Muda Diajak Warisi Keterampilan Pembuatan Keris Doc: Istimewa
Ket. Koleksi pameran Pesona Keris Nusantara.

JAKARTA – Dalam rangka memperingati 19 tahun pengakuan UNESCO terhadap Keris Indonesia sebagai Karya Agung Budaya Dunia (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity), Museum Nasional Indonesia (MNI) kembali menggelar pameran bertajuk Pesona Keris Nusantara. Pameran berlangsung dari tanggal 25 November 2024 hingga 31 Desember 2024, dengan menghadirkan lebih dari 200 keris dari berbagai daerah di Indonesia.

Pameran ini terbagi dalam beberapa rumpun, pertama Rumpun keris Jawa dan Madura (Jawa Timur, Solo, Jogjakarta, Sunda, Cirebon dan Banten), kedua Rumpun keris Melayu (seluruh Sumatera hingga Semenanjung Melayu), ketiga Rumpun Bugis Makassar (seluruh Sulawesi dan Kalimantan, Sumba dan Sumbawa) dan keempat Rumpun keris Bali dan Lombok.

Ragam koleksi yang dihadirkan merupakan koleksi Museum Nasional serta hasil kontribusi para pelaku perkerisan di bawah naungan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI). Dengan desain pameran yang interaktif, pameran ini diharapkan menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang inspiratif, memperkaya pemahaman publik akan jati diri bangsa melalui simbol budaya keris.

Pameran yang diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia ini sebagai wujud konkret dalam menghidupkan kembali makna dan nilai dari budaya keris. Menurut Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melalui Pameran Pesona Keris Nusantara, Masyarakat dapat menggali lebih dalam nilai-nilai yang terkandung dalam pusaka tersebut, memperkuat jati diri bangsa, dan memajukan kebudayaan Indonesia di tingkat nasional dan global.

"Saya mengapresiasi agenda Pameran Pesona Keris Nusantara ini yang diselenggarakan oleh Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” katanya dalam pembukaan pameran tersebut di MNI pada Senin (25/11).

Kolaborasi tersebut dapat membangun kesadaran Masyarakat tentang pentingnya keris sebagai warisan budaya. Di samping itu pameran ini juga bertujuan memperkenalkan keris kepada generasi muda melalui program edukasi, literasi, dan pameran.

Ia menambahkan, warisan budaya seperti keris bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting dari visi culture for future. Pada konteks ini kebudayaan berperan sebagai sumber inspirasi dan inovasi untuk menjawab tantangan era modern.

“Pameran ini adalah wujud nyata dari komitmen kita untuk memperkenalkan kembali keris sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang patut kita jaga, lestarikan, dan maknai bersama," sambungnya.

Menteri Kebudayaan lantas menyebutkan jika Kementerian Kebudayaan memiliki peran yang strategis sebagai penggerak utama memajukan kebudayaan. Kementerian kebudayaan juga menjadi fasilitator untuk menciptakan ekosistem budaya yang inklusif, memberdayakan pelaku budaya serta memajukan pendidikan dan pelestarian nilai-nilai budaya.

“Melalui Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor Lima Tahun 2017, Kementerian Kebudayaan juga berkomitmen mendukung pelestarian budaya termasuk melalui program yang terwujud dalam perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. Penyusunan dokumentasi dan literasi keris, penyediaan fasilitas pelatihan bagi generasi muda diharapkan dapat mewarisi keterampilan pembuatan keris,” ucapnya.

Program lainnya terkait keris adalah penggunaan keris sebagai simbol diplomasi budaya di tingkat internasional. Lainnya adalah bekerja sama dengan komunitas budaya khususnya organisasi pecinta keris untuk menyelenggarakan kegiatan pameran festival atau seminar.

"Saya kira implementasi yang efektif dari empat hal tersebut kita dapat memastikan keberlanjutan keris sebagai simbol kearifan lokal dan identitas bangsa," tegas Fadli.

Sebagai warisan budaya yang diakui dunia, Keris Indonesia telah ditetapkan sebagai Karya Agung Budaya Dunia oleh UNESCO pada 25 November 2005, dan terinskripsi dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda pada 2008. Pengakuan ini membawa dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di bidang perkerisan, sebagaimana diungkapkan dalam kajian terbaru oleh Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan.

Kajian tersebut juga mengungkapkan adanya tantangan besar dalam memastikan transmisi nilai-nilai budaya Keris Indonesia kepada generasi berikutnya. Untuk menjawab tantangan ini, momentum Hari Keris Nasional dinilai menjadi langkah strategis dalam mentransfer nilai-nilai budaya kepada generasi penerus bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Bulog Bandung Jamin Stok Be...
Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Buka ...
Ekonomi
YLKI Desak Pemerintah Turun...

Menhub dan Gubernur Jakarta Resmikan Stasiun JIS

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Megapolitan
Menhub dan Gubernur Jakarta...

Raisa Tampil di KBS, Penonton Korea Terpesona

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Rona
Raisa Tampil di KBS, Penont...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.