Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Berusaha Temukan Obat untuk Hentikan Sendawa Sapi akibat Gas Metana

📅 Senin, 25 Nov 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Ilmuwan Berusaha Temukan Obat untuk Hentikan Sendawa Sapi akibat Gas Metana Doc: Istimewa
Ket. Peternakan sapi.

DAVIS – Seorang ilmuwan dari University of California (UC), Davis, Paulo de Meo Filho, baru-baru ini, melakukan eksperimen ambisius yang bertujuan mengembangkan pil untuk mengubah bakteri usus sapi sehingga mengeluarkan lebih sedikit atau tidak sama sekali gas metana.

Dikutip dari The Straits Times, dia memasukkan selang panjang ke dalam mulut dan turun ke perut Thing 1, seekor anak sapi berusia dua bulan yang merupakan bagian dari proyek penelitian yang bertujuan untuk mencegah sapi bersendawa metana, gas rumah kaca yang kuat.

Sementara industri bahan bakar fosil dan beberapa sumber alami mengeluarkan metana, peternakan sapi telah menjadi masalah iklim utama karena besarnya volume emisi sapi.

“Hampir setengah dari peningkatan suhu (global) yang kita alami sejauh ini disebabkan oleh metana,” kata Ermias Kebreab, seorang ahli ilmu hewan di UC Davis.

Metana, penyumbang terbesar kedua terhadap perubahan iklim setelah karbon dioksida, terurai lebih cepat daripada CO2 tetapi lebih kuat.

“Metana bertahan di atmosfer selama sekitar 12 tahun tidak seperti karbon dioksida, yang bertahan selama berabad-abad," kata  Kebreab.

“Jika kita mulai mengurangi metana sekarang, kita dapat melihat dampaknya terhadap suhu dengan sangat cepat.”

Filho menggunakan tabung untuk mengekstrak cairan dari rumen Thing 1, kompartemen lambung pertama yang berisi makanan yang dicerna sebagian.

Dengan menggunakan sampel cairan rumen, para ilmuwan mempelajari mikroba yang mengubah hidrogen menjadi metana, yang tidak dicerna oleh sapi melainkan disendawakan. Seekor sapi akan mengeluarkan sekitar 100 kg gas setiap tahunnya.

Thing 1 dan anak sapi lainnya menerima makanan yang dilengkapi rumput laut untuk mengurangi produksi metana.

Para ilmuwan berharap untuk mencapai hasil serupa dengan memperkenalkan mikroba hasil rekayasa genetika yang menyerap hidrogen, dan mematikan bakteri penghasil metana di sumbernya. Meskipun demikian, tim melanjutkan dengan hati-hati.

“Kita tidak bisa begitu saja mengurangi produksi metana dengan menghilangkan bakteri penghasil metana, karena hidrogen dapat terakumulasi hingga membahayakan hewan," kata Matthias Hess, yang mengelola laboratorium UC Davis.

"Mikroba adalah makhluk sosial. Mereka sangat suka hidup bersama," tambahnya.

“Cara mereka berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain memengaruhi fungsi ekosistem secara keseluruhan.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PLN Bawa Edukasi Kelistrika...

Aparataur Negara Harus Memberi Teladan yang Baik

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Aparataur Negara Harus Memb...

Galungan Berpotensi Meningkatkan Inflasi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Galungan Berpotensi Meningk...
Daerah
Hindari Konflik Sosial Mala...

Uji Coba, Irak Sukses Meredam Timnas Spanyol 1-1

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Uji Coba, Irak Sukses Mered...

Uji Coba, Yunani Mampu Tahan Imbang 2-2 Swedia

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Uji Coba, Yunani Mampu Taha...
Olahraga
Uji Coba, Oman Pernah Dua K...

Andoni Iraola Kini Menangani Liverpool

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Andoni Iraola Kini Menangan...
Olahraga
Pengalaman Zverev Diuji Keb...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.