Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daya Saing RI Sangat Lemah dalam Perdagangan Dunia

📅 Sabtu, 23 Nov 2024, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Rekor Tertinggi

Di sisi kompetitor, ketika proteksionisme terus meningkat di seluruh dunia, arus perdagangan global pun beradaptasi. Meskipun menghadapi gelombang tarif, ekspor barang Tiongkok masih menunjukkan ketahanan.

Pada tahun 2023, volume ekspor Tiongkok mendekati rekor tertinggi karena harga ekspor manufakturnya turun 10 persen secara rata-rata. Secara keseluruhan, eksportir terbesar di dunia itu mengirim barang senilai 500 miliar dollar AS ke Amerika tahun lalu, meskipun kelak dapat berubah drastis di bawah pemerintahan Donald Trump.

Dikutip dari Visual Capitalist, tahun lalu, ekspor barang global berjumlah 23,8 triliun dollar AS, turun 5 persen dibandingkan dengan tahun 2022.

Secara keseluruhan, nilai ekspor turun di 20 dari 30 eksportir terbesar di dunia karena jumlah pembatasan perdagangan yang meningkat hampir 3.000 kali di seluruh dunia, sekitar lima kali lipat dari tingkat yang terlihat pada tahun 2015.

Tiongkok mengekspor barang senilai 3,4 triliun dollar AS, melampaui Amerika Serikat (AS) hampir 1,4 triliun dollar AS. Disebutkan, AS terakhir kali menjadi eksportir utama dunia adalah pada 1979, tetapi sejak saat itu defisit perdagangannya semakin melebar.

Namun, ekspor energi sebagai komoditas utama mereka sebagian besar telah bergeser dari defisit menjadi surplus selama beberapa dekade terakhir. Pada 2023, AS mencapai surplus energi bersih sebesar 65 miliar dollar AS, yang memperkuat neraca perdagangannya.

Peningkatan signifikan dalam produksi energi domestik telah melindungi negara tersebut dari guncangan harga minyak, seperti yang dipicu oleh perang Russia-Ukraina, yang berdampak parah pada ekonomi Eropa.

Jerman, negara dengan jumlah ekspor terbesar ketiga, mengalami peningkatan ekspor barang sebesar 1 persen, meskipun ekonominya sedang berkontraksi. Ekonomi yang sangat bergantung pada industri itu terutama terpukul oleh kenaikan harga minyak, karena beberapa perusahaan menghentikan produksi akibat lonjakan harga energi. Pada tahun 2023, negara itu mengekspor barang senilai 160 miliar dollar AS ke Amerika, pasar ekspor terbesarnya.

Namun, ekspor mereka ke AS akan turun hingga 15 persen jika tarif yang diusulkan Trump mulai berlaku. Sektor otomotif dan farmasi mereka akan paling terpukul, masing-masing turun 32 persen dan 35 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.