Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Unjuk Gigi Capaian Pesat Teknologi Dirgantara di Zhuhai Airshow

📅 Kamis, 21 Nov 2024, 15:40 WIB | Oleh:

"Pesawat itu tidak hanya dapat melakukan misi tempur udara, tetapi juga ... melakukan serangan tepat sasaran di darat dan laut," katanya kepada CCTV, seraya menambahkan bahwa jet itu dapat membawa berbagai amunisi berpemandu presisi di dalam rongga senjata internalnya, termasuk rudal jelajah kecil yang diluncurkan dari udara.

Sistem rudal anti-balistik HQ-19

Para ahli dengan cepat membandingkan HQ-19, sistem rudal permukaan-ke-udara generasi baru China Central Television, dengan sistem Pertahanan Udara Ketinggian Terminal (THAAD) milik Amerika Serikat.

Dipasang pada kendaraan mobilitas tinggi 8x8, HQ-19 membawa enam rudal pencegat dan menggunakan mekanisme “peluncuran dingin” yang mengurangi tekanan pada peluncur dan memungkinkannya untuk dengan cepat menyebarkan kembali pencegat, menurut laporan media pemerintah.

Tiongkok belum mengungkapkan spesifikasi teknis sistem tersebut, dan masih belum jelas apakah sistem itu dapat menyamai jangkauan operasional atau kecepatan tembak THAAD. Laporan tahunan Departemen Pertahanan AS tentang militer Tiongkok pada tahun 2020 menyebutkan bahwa pencegat HQ-19 telah menjalani uji coba untuk memverifikasi kemampuannya terhadap rudal balistik jarak 3.000 kilometer.

Para pakar militer Tiongkok mengatakan, rudal ini bertugas mencegat rudal balistik di luar atmosfer, sehingga secara signifikan memperluas jangkauan intersepsi model sebelumnya seperti HQ-9.

Yang paling menonjol, para ahli Tiongkok dan media pemerintah juga mengklaim HQ-19 mampu mencegat kendaraan luncur hipersonik di atmosfer.

"Senjata semacam itu menantang karena lintasannya yang tidak dapat diprediksi,” kata Kolonel Senior PLA, Du Wenlong dari Akademi Ilmu Pengetahuan Militer PLA.

"Namun, sistem radar kami dapat melacak lintasan kompleks ini dan mengarahkan rudal untuk serangan terakhir. Banyak negara mengatasi hulu ledak hipersonik dengan mengerahkan beberapa hulu ledak cepat, yang memastikan setidaknya satu serangan. Namun, dengan kombinasi rudal HQ-19 dan sistem radar kami, kami telah menyelesaikan masalah ini dengan satu radar dan satu rudal," katanya kepada CCTV.


Kapal induk pesawat nirawak 'Jetank'

Jetank, drone induk besar yang dapat membawa muatan hingga enam ton, memiliki lebar sayap 25 meter (82 kaki) dan berat lepas landas maksimum 16 ton, menurut media pemerintah, menjadikannya salah satu senjata terbesar di gudang senjata Tiongkok.

Kendaraan udara tak berawak (UAV) bertenaga jet untuk penyerang dan pengintaian, dilengkapi delapan titik keras eksternal untuk membawa rudal dan bom, serta modul misi yang dapat diganti dengan cepat yang dapat membawa berbagai jenis drone yang lebih kecil.

“Ini membawa konsep kapal induk dari laut ke udara, yang memungkinkan penyebaran sejumlah besar drone ke medan perang dengan meluncurkannya ke udara,” klaim pakar militer Tiongkok Du Wenlong, yang menyebutnya sebagai “inovasi yang signifikan.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.