Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia dan Anggota APEC Memiliki Kesamaan untuk Perkuat UMKM

📅 Rabu, 20 Nov 2024, 01:00 WIB | Oleh:
Indonesia dan Anggota APEC Memiliki Kesamaan untuk Perkuat UMKM Doc: antara
Ket. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)

JAKARTA – Indonesia dan negara-negara anggota yang tergabung dalam Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) memiliki kesamaan untuk mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar memiliki porsi yang lebih besar dalam perdagangan global.

"Jadi, kesamaan kepentingan kita dengan negara-negara lain terkait dengan UMKM itu bagaimana supaya UMKM ini perannya lebih besar. Nah, itu diharapkan juga dari sisi ekonomi, pertumbuhannya lebih kuat dan lebih berkelanjutan," kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, di Jakarta, Selasa (19/11).

Seperti dikutip dari Antara, Faisal mengatakan pengembangan UMKM merupakan isu yang menjadi sorotan di berbagai negara, baik yang berkembang maupun maju.

Kesepakatan kerja sama ekonomi di tingkat internasional pun mulai banyak yang mengangkat perihal isu penguatan UMKM. Menurutnya, banyak negara-negara di dunia yang memprioritaskan perkembangan UMKM.

"Sebetulnya kesepakatan-kesepakatan kerja sama ekonomi tingkat internasional itu sudah banyak yang masuk ke isu-isu seperti UMKM. Kebanyakan di negara-negara lain, jangankan negara berkembang yang maju seperti Korea saja, masih mengutamakan perkembangan UMKM mereka," ujar Faisal.

Isu terkait penguatan UMKM juga dibahas oleh Menteri Perdagangan, Budi Santoso, saat melakukan Pertemuan Menteri Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC Ministerial Meeting/AMM) ke-35 dan pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup serta Menteri Hubungan Perdagangan Singapura, Grace Fu.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyerukan pentingnya pemberdayaan UMKM dari negara-negara berkembang untuk berpartisipasi dalam perdagangan global.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR, Muhammad Kholid, menyampaikan pentingnya peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam mendukung UMKM untuk menghadapi tantangan global, terutama di tengah kondisi Tiongkok yang mengalami kelebihan pasokan.

Berlebihnya produksi di Tiongkok berpotensi menyebabkan penetapan harga yang lebih murah alias predatory pricing sehingga kian mempersulit persaingan pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.