Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Kukuhkan 5 Profesor Riset Baru

📅 Selasa, 19 Nov 2024, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Kukuhkan 5 Profesor Riset Baru Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Poster pengukuhan profesor riset BRIN

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi nasional (BRIN) mengukuhkan lima orang pakar dalam berbagai bidang ilmu untuk menjadi profesor riset baru.

Kelima orang tersebut adalah Muhamad Nasir dengan kepakaran nanofiber komposit, Sik Sumaedi dengan kepakaran manajemen kualitas, Yusuf dengan kepakaran sistem usaha pertanian, agribisnis, dan kelembagaan usaha tani, Nasrullah Armi dengan kepakaran transmisi telekomunikasi, serta Atriyon Julzarika dengan kepakaran topografi dinamis.

"Selamat kepada Majelis Pengukuhan Profesor Riset BRIN atas kerja kerasnya berhasil menyelesaikan tugas promosi Peneliti Ahli Utama menjadi Profesor Riset," kata Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian dalam Sidang Terbuka Pengukuhan Profesor Riset BRIN yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (19/11).

Amarulla menekankan profesor riset adalah gelar yang dicapai oleh seorang periset atas kecakapan, profesionalisme, dan terbukti nyata memberikan kontribusi yang signifikan dalam perkembangan riset dan inovasi di Indonesia, bahkan dunia.

Ia menyebut gelar profesor riset mencerminkan prestasi akademik dan profesi yang luar biasa, serta komitmen yang mendalam terhadap objek riset hingga menjadi inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan kesejahteraan masyarakat.

"Ini juga menjadi tanggung jawab sekaligus menjadi teladan besar bagi para periset lainnya," ujarnya.

Oleh sebab itu, Amarulla berharap para profesor riset yang dikukuhkan terpacu untuk dapat menemukan kebaruan, dimana penelitian yang dilakukan harus memiliki standar akademik yang tinggi, dan mampu memberikan kontribusi baru di bidang ilmu pengetahuan.

"Tidak hanya berfokus pada capaian riset yang berkualitas, namun mampu menjawab masalah dan memberikan solusi terhadap bangsa sesuai dengan bidang kepakaran," ujarnya.

Selain itu, kata Amarulla, para profesor riset juga harus mampu menjadi mentor dalam kepemimpinan periset muda, sehingga tidak hanya berfokus kepada pengembangan riset, tetapi juga karakter dan etika ilmiah.

"Profesor riset juga harus mampu menjadi akselerator dengan mitra, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mempercepat kemajuan riset di Indonesia," tutur Amarulla Octavian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.