Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Berjanji Akan Kerja Keras untuk Akhiri Konflik Ukraina

📅 Sabtu, 16 Nov 2024, 01:05 WIB | Oleh:
Trump Berjanji Akan Kerja Keras untuk Akhiri Konflik Ukraina Doc: Allison RO BBER/AFP
Ket. Presiden terpilih AS, Donald Trump

WASHINGTON – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan sudah saatnya konflik di Ukraina berakhir, dan sekali lagi berjanji untuk bekerja sangat keras guna menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami akan bekerja pada isu Timur Tengah, dan kami juga akan bekerja sangat keras terkait Russia dan Ukraina. Ini harus dihentikan. (Konflik) Russia dan Ukraina harus berakhir,” ujar Trump pada hari Kamis (14/11) dalam sebuah acara di America First Policy Institute di Mar-a- Lago Club, Florida. Seperti dikutip dari Antara, Trump tidak mengungkapkan rincian rencananya.

The Wall Street Journal melaporkan pekan lalu bahwa tim Trump telah mengajukan sejumlah rencana untuk membekukan konflik Ukraina, tetapi tidak ada yang disetujui. Trump berulang kali mengkritik pendekatan pemerintahan yang akan berakhir, terhadap krisis ini selama kampanye presiden, dengan mengatakan dia akan mengakhiri konflik hanya dalam satu hari jika terpilih. Pada Juni, Presiden Russia, Vladimir Putin, mengajukan beberapa inisiatif untuk penyelesaian damai konflik di Ukraina.

Kesiapan Negosiasi

Moskwa akan menghentikan tembakan dan menyatakan kesiapan untuk bernegosiasi setelah pasukan Ukraina ditarik dari wilayah yang menjadi bagian baru dari Russia. Selain itu, Kiev harus menyatakan pengunduran diri dari keinginan untuk bergabung dengan NATO serta melakukan demiliterisasi dan denazifikasi, serta menerima status non-blok dan non-nuklir. Putin juga menyebutkan penghapusan sanksi terhadap Russia.

Setelah pasukan Ukraina menyerang wilayah Kursk di Russia pada bulan Agustus, Putin menyatakan negosiasi dengan Kiev bukanlah opsi yang memungkinkan. Penasihat Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan usulan perdamaian dari Moskwa masih berlaku, tetapi Russia tidak akan berurusan dengan Ukraina saat ini.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO), Mark Rutte, mengatakan arah perang di Ukraina berdampak langsung di belahan dunia lain.

“Perang telah berubah menjadi berbahaya, dengan pasukan Korut sekarang dikerahkan ke Russia,” kata Rutte dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, di Warsawa.

Rutte memperhatikan Russia menyediakan teknologi rudal canggih untuk Korea Utara sebagai imbalan atas bantuannya dalam upaya perang melawan Ukraina. “Dan ini sekarang menjadi ancaman, tidak hanya bagi kita di sini, di Eropa, tetapi juga bagi Korea Selatan, Jepang, dan daratan Amerika Serikat, dan tentu saja, Tiongkok adalah bagian dari upaya perang dengan menghindari sanksi, dengan barangbarang penggunaan ganda,” kata Rutte.

Beralih ke bantuan militer Iran ke Russia, dia mengatakan Teheran menerima uang sebagai imbalan dan menggunakannya untuk mempertahankan pengaruh negatifnya di Timur Tengah dan sekitarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Liga Inggris: Morgan Rogers...

Puncak musim kemarau di Kota Bandung

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Puncak musim kemarau di Kot...

Cedera Badosa Bantu Sherif Juara

59 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Cedera Badosa Bantu Sherif ...

Panen ikan nila Larasati

1 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Panen ikan nila Larasati
Daerah
Fasilitas desalinasi untuk ...

Festival UFO Indonesia

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival UFO Indonesia

Pembangunan kanopi di Stasiun Bogor

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pembangunan kanopi di Stasi...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.