Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Menang, Saham dan Bitcoin Melonjak

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 12:03 WIB | Oleh:

Musk telah menjadi sekutu dekat Trump, yang mendorong mantan presiden itu untuk maju. Sementara Trump mungkin akan merugikan industri kendaraan listrik secara luas dengan membatasi subsidi pemerintah, analis mengatakan Tesla dapat memperoleh sedikit keuntungan dengan menjadi pemain besar dalam industri tersebut. Tesla naik 14,8%, sementara pesaingnya Rivian Automotive turun 8,3%.

Grup Media & Teknologi Trump, NAIK

Perusahaan di balik platform Truth Social milik Trump naik 5,9% setelah melonjak hampir 35% pada hari sebelumnya. Perusahaan ini secara teratur lebih banyak memperdagangkan popularitas Trump daripada prospek keuntungannya. Kenaikannya terjadi bahkan setelah mengajukan dokumen keuangan yang belum diaudit kepada regulator pada hari Selasa yang mengatakan bahwa perusahaan tersebut merugi $19,2 juta selama kuartal terakhir dan bahwa penjualannya melemah dari tahun sebelumnya.

Operator Penjara Swasta, NAIK

Washington yang dipimpin Trump dapat mendorong penegakan hukum yang lebih ketat di perbatasan negara, yang dapat berarti lebih banyak bisnis bagi perusahaan yang bekerja sama dengan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS, atau ICE. GEO Group, yang mengelola pusat pemrosesan ICE, melonjak 42,1%.

Saham Perusahaan Kecil, NAIK

Kebijakan Trump yang mengutamakan Amerika dapat membantu perusahaan yang berfokus pada konsumen di Amerika Serikat, daripada perusahaan multinasional besar yang dapat dirugikan oleh peningkatan tarif dan proteksionisme. Indeks Russell 2000 yang terdiri dari saham-saham kecil, yang dianggap lebih berfokus pada pasar domestik daripada saham-saham besar di S&P 500, melonjak 5,8%. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat kenaikan S&P 500.

Harga Obligasi Pemerintah TURUN

Para investor melihat kebijakan Trump berpotensi menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, yang membantu menekan harga obligasi pemerintah dan menaikkan imbal hasil. Pemotongan pajak di bawah Trump juga dapat semakin meningkatkan defisit pemerintah AS, yang akan meningkatkan kebutuhan pinjamannya dan memaksa imbal hasil lebih tinggi lagi. Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun melonjak menjadi 4,43% dari 4,29% pada Selasa malam, yang merupakan pergerakan besar bagi pasar obligasi. Imbal hasil ini naik secara substansial dari Agustus, saat berada di bawah 4%.

Kekhawatiran Inflasi, NAIK

Investor juga melihat kebijakan Trump kemungkinan menambah inflasi di masa mendatang, khususnya tarif, yang dapat menambah biaya pada tagihan rumah tangga AS.

“Trump terus terang memberi tahu orang-orang bahwa ia akan menaikkan tarif tidak hanya pada Tiongkok tetapi juga pada setiap mitra dagang,” kata Andrzej Skiba, kepala BlueBay US Fixed Income di RBC Global Asset Management.

“Kita berbicara tentang tarif 10% pada semua mitra global. Ini masalah besar karena ini dapat menambah 1% pada inflasi. Jika Anda menambahkan 1% pada angka inflasi tahun depan, kita harus mengucapkan selamat tinggal pada pemotongan suku bunga.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata
    Preview komentar:
    Wa Call Center 24jam Bank Nagari Layanan WhatsApp ...
  • Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok
    Preview komentar:
    Wa Call Center resmi Bank Nagari Layanan WhatsApp ...
    Wa Call Center resmi Bank Nagari Layanan WhatsApp ...
  • Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi
    Preview komentar:
    Wa Call Center Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Wa Call Center Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Daerah
Tim SAR Gabungan Temukan Se...
Olahraga
De Zerbi Minta Maaf atas Ke...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.