Prabowo Minta Matematika Diajarkan di TK, Bagaimana Seharusnya?
📅 Jumat, 01 Nov 2024, 14:11 WIB | Oleh: Tim PenulisKegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan konsep pengukuran juga erat kaitannya dengan konsep kuantitas. Misalnya, mengukur tinggi badan anak dengan satuan jengkal, dan membandingkan tinggi dua anak yang berbeda berdasarkan hasil pengukuran dengan jengkal.
Contoh lainnya adalah, mengukur lebar ruangan dengan telapak kaki, kemudian membandingkan hasil pengukuran jika digunakan dua telapak kaki dengan ukuran berbeda, misal ukuran telapak kaki anak dan orang dewasa. Pemaknaan akan konsep hubungan antar kuantitas ini merupakan landasan awal dari kemampuan berpikir matematis pada tingkat selanjutnya.
Berpikir kritis dengan matematika
Kemampuan berpikir kritis, sebagai salah satu kemampuan abad-21, dapat diasah melalui pelajaran matematika. Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak adalah dengan membandingkan objek, seperti membandingkan bentuk, ukuran, dan warna, lalu mengelompokkan objek berdasarkan bentuk, ukuran, atau warna. Kemampuan membandingkan, diantaranya menjelaskan kesamaan dan perbedaan, menjelaskan bagaimana dan mengapa dua objek berbeda atau sama, merupakan awal dari berkembangnya kemampuan berpikir kritis anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan selanjutnya yang dapat dieksplorasi adalah menyusun (compose) dan menguraikan (decompose) suatu bentuk geometri. Suatu bentuk geometri dapat diuraikan menjadi dua bentuk geometri, kemudian dapat disusun kembali menjadi bentuk yang berbeda dari bagian-bagian yang sama (lihat gambar). Kegiatan ini mengasah kemampuan analisis anak dalam melihat bagian dari suatu bentuk secara keseluruhan, dan kemampuan sintesis dalam menyusun suatu bentuk yang baru.
Matematika dan kemampuan komunikasi
Pada usia TK, komunikasi merupakan salah satu kemampuan yang berkembang dengan pesat. Sayangnya, kemampuan komunikasi dan representasi dalam menjelaskan ide dan gagasan matematika masih belum menjadi perhatian serius di sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Padahal, kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu standar proses matematika yang ditetapkan baik dalam Kurikulum Merdeka maupun dalam standar internasional yang diterbitkan oleh National Council of Teachers of Mathematics (NCTM).
Mengekspresikan ide dan gagasan secara visual maupun menjelaskan secara verbal merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk melatih kemampuan komunikasi dan bekerja sama anak. Dalam kaitannya dengan matematika, anak dapat menggunakan representasi gambar maupun objek untuk mengomunikasikan gagasannya, misalnya dalam menjelaskan karakteristik suatu benda, atau membandingkan bentuk dan ukuran dua buah benda.
Matematika untuk mendukung sains dan teknologi
Bercermin pada kurikulum matematika sekolah di Australia, Amerika Serikat (AS), atau Belanda, penyusunan standar dan kompetensi matematika anak pada jenjang TK merupakan bagian yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan tingkat pendidikan dasar. Konsep keberlanjutan ini juga sudah menjadi perhatian dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam menyusun dokumen Panduan Capaian Pembelajaran Fase Fondasi, yang terbit tahun 2024.
Dokumen ini telah menyatakan secara eksplisit bagaimana dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni merupakan bagian dari karakteristik lingkup capaian pembelajaran yang perlu dikuasai anak pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) atau TK.
Kemampuan menyatakan hubungan antar kuantitas (bilangan), mengidentifikasi pola, mengenali dan membandingkan bentuk dan karakteristik benda di sekitar, mengklasifikasi objek, dan pengalaman langsung dengan benda-benda konkret di lingkungan, merupakan kemampuan berpikir matematis yang perlu dikembangkan pada jenjang PAUD.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!