Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo Minta Matematika Diajarkan di TK, Bagaimana Seharusnya?

📅 Jumat, 01 Nov 2024, 14:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prabowo Minta Matematika Diajarkan di TK, Bagaimana Seharusnya? Doc: ANTARA/Erafzon Saptiyulda AS
Ket. Ilustrasi - Guru dan murid TK Negeri Pembina Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Jumat (13/10/2023).

Dr. Puspita Sari, S.Pd., M.Sc., Universitas Negeri Jakarta




Seiring maraknya berita tentang susunan kementerian baru pada Kabinet Merah Putih, marak pula berita tentang keinginan Presiden Prabowo yang disampaikan melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang baru saja dilantik, Abdul Mu'ti, bahwa matematika perlu diajarkan sejak anak-anak di tingkat TK.

Alasannya, Abdul Mu'ti menyebutkan:

"Karena beliau sangat 'concern' dengan peningkatan kualitas sains teknologi dan kalau kita bicara sains teknologi kan salah satunya matematika. Dan tadi ada tawaran bagaimana pelajaran matematika di tingkat SD, kelas 1 sampai kelas 4, dan mungkin mengenalkan matematika untuk anak-anak di tingkat TK."

Keinginan ini menuai respons beragam dari masyarakat, akademisi, bahkan influencer.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI bidang pendidikan, Esti Wijayanti, menekankan bahwa ini memerlukan kajian mendalam dan perencanaan yang matang. Lebih lanjut, Esti menyatakan bahwa penyampaian materi matematika di tingkat TK, memerlukan sistem dan mekanisme tersendiri.

Masyarakat umumnya beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran sulit yang menjadi momok bagi anak. Sebab, mata pelajaran ini membutuhkan perhitungan rumit, penggunaan simbol serta rumus yang seringkali tidak relevan dengan kehidupan sehari hari.

Selain itu, anggapan bahwa matematika identik dengan aritmatika, yaitu operasi hitung bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, juga perlu diluruskan. Faktanya, matematika bukan sekadar aritmatika, karena aritmatika adalah bagian dari matematika.

Lalu, matematika seperti apa yang perlu dipelajari anak di tingkat TK? Benarkah mengajarkan matematika pada anak sejak TK akan berdampak pada kemampuan anak di bidang sains dan teknologi?

Matematika sebagai pengalaman sensoris dan motoris

Jean Piaget (1896-1980), seorang filsuf dan psikolog pendidikan yang mengembangkan teori perkembangan kognitif anak, menyatakan bahwa anak berusia di bawah 7 tahun berada pada tahap sensorik motorik dan preoperasional. Artinya, mereka dapat memahami lingkungan sekitarnya dengan pengalaman sensorik dan motorik, serta mulai mampu merepresentasikan objek yang diamati.

Pengenalan konsep matematika dapat dilakukan mulai dari yang terdekat dengan anak, diantaranya dengan menggunakan anggota tubuh. Penggunaan jari jemari sebagai alat bantu memahami konsep kuantitas lazim digunakan oleh orangtua di rumah maupun guru di sekolah dalam mengajarkan berhitung.

Namun, materi yang perlu diajarkan kepada anak bukanlah semata-mata simbol atau notasi bilangan, melainkan pemahaman konsep kuantitas dan hubungan antarkuantitas (quantitative relationships) dari objek yang ada di sekitar anak. Contohnya adalah membandingkan banyak benda (kuantitas), dan mengamati perubahan kuantitas yang terjadi jika ada penambahan atau pengurangan objek pada suatu kumpulan objek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Olahraga
Geronimo Rulli Kembali ke M...
Luar Negeri
Kepala Intelijen Militer Li...
Megapolitan
Sistem Pangan Jakarta Masuk...
Megapolitan
LRT Kelapa Gading Meluncur ...
Nasional
Gladi Persiapan Sidang Tahu...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.