Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Pasaman Barat Gencarkan Sosialisasi Cegah Kekerasan Anak di Sekolah

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 22:42 WIB | Oleh:
Pemkab Pasaman Barat Gencarkan Sosialisasi Cegah Kekerasan Anak di Sekolah Doc: Antara Foto
Ket. Pemkab Pasaman Barat saat mengadakan sosialisasi antisipasi kekerasan terhadap anak di SMK N 1 Talamau Rabu (25/2).

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus meningkatkan sosialisasi upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di sekolah-sekolah yang ada di daerah itu.

""Anak-anak dan orang dewasa di sekitarnya harus mampu mengenali, menelaah, serta mengambil langkah konkret untuk mencegah kekerasan terhadap anak. Sosialisasi harus kita tingkatkan," kata Kepala Dinas  Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Pasaman Barat Armen di Simpang Empat, Sabtu.

Sosialisasi mengenai kekerasan terhadap anak itu telah dilakukan di SMK Negeri 1 Talamau dan SMP N 1 Talamau.

"Dalam sosialisasi itu mengusung tema 'Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah: Kenali, Lindungi dan Laporkan''," katanya.

Menurutnya berdasarkan data di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Pasaman Barat selama 2025 angka kekerasan terhadap anak hampir mencapai lebih dari 100 kasus.

"Sementara pada awal tahun 2026, tercatat 12 kasus," sebutnya

Ia menilai sosialisasi ini merupakan langkah preventif sekaligus upaya penjaringan kasus-kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan. 

Melalui sosialisasi, harapnya, Pemkab Pasaman Barat berharap dapat meningkatkan kesadaran anak, guru, dan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, berani melapor, serta mengambil inisiatif dalam mencegah dan menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Ipda Admi Pandowita mengatakan kasus kekerasan terhadap anak di masyarakat saat ini ibarat fenomena gunung es.

Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif guna mendorong perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku yang berpihak pada perlindungan anak.

Perlindungan anak sendiri, katanya merupakan segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak beserta hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang.

"Mereka harus memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi," katanya.

Dia mengimbau masyarakat jika ada melihat kejadian kekerasan terhadap anak agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.