Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengejutkan! Stimulasi Listrik Ringan Ternyata Mampu Tingkatkan Kemampuan Berhitung Matematika

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Mengejutkan! Stimulasi Listrik Ringan Ternyata Mampu Tingkatkan Kemampuan Berhitung Matematika Doc: AFP/MAURO PIMENTEL

WASHINGTON DC – Anda kesulitan dengan berhitung matematika? Kejutan listrik ringan pada otak mungkin bisa membantu.

Sebuah studi terkini yang diterbitkan jurnal sains PLOS Biology edisi Selasa (1/7) lalu menunjukkan bahwa stimulasi listrik ringan dapat meningkatkan kemampuan berhitung aritmatika dan menawarkan wawasan baru tentang mekanisme otak di balik kemampuan matematika, bersama dengan cara yang potensial untuk mengoptimalkan pembelajaran.

Peneliti berpendapat bahwa temuan tersebut pada akhirnya dapat membantu mempersempit kesenjangan kognitif dan membantu membangun masyarakat yang lebih adil secara intelektual.

"Setiap orang memiliki otak yang berbeda, dan otak mereka mengendalikan banyak hal dalam hidup mereka," kata Roi Cohen Kadosh, seorang ahli saraf di Universitas Surrey yang memimpin penelitian tersebut.

"Kita berpikir tentang lingkungan dimana jika Anda pergi ke sekolah yang tepat, jika Anda memiliki guru yang tepat, tetapi itu juga menyangkut biologi kita," imbuh dia.

Cohen Kadosh dan rekan-rekannya merekrut 72 mahasiswa Universitas Oxford, memindai otak mereka untuk mengukur konektivitas antara tiga wilayah utama. Para partisipan kemudian mengerjakan soal matematika yang mengharuskan menghitung jawaban atau mengingat solusi yang dihafal.

Mereka menemukan bahwa hubungan yang lebih kuat antara korteks prefrontal dorsolateral, yang mengatur fungsi eksekutif, dan korteks parietal posterior, yang terlibat dalam memori, memprediksi kinerja kalkulasi yang lebih baik.

Ketika para peneliti menerapkan bentuk stimulasi otak tanpa rasa sakit menggunakan tutup yang dipasangi elektroda; sebuah teknik yang dikenal sebagai stimulasi kebisingan acak transkranial; para peserta dengan kinerja rendah melihat skor mereka melonjak hingga 25–29 persen.

Tim tersebut percaya bahwa stimulasi tersebut bekerja dengan meningkatkan rangsangan neuron dan berinteraksi dengan GABA, zat kimia otak yang menghambat aktivitas berlebihan yang secara efektif mengkompensasi konektivitas saraf yang lemah pada beberapa peserta.

Faktanya, stimulasi tersebut membantu para peserta dengan kinerja rendah mencapai atau bahkan melampaui skor rekan-rekan dengan jaringan otak yang secara alami lebih kuat. Namun, mereka yang telah berkinerja baik tidak merasakan manfaat apa pun.

"Beberapa orang berjuang dengan berbagai hal, dan jika kita dapat membantu otak mereka untuk memenuhi potensinya, kita membuka banyak peluang bagi mereka yang jika tidak demikian akan tertutup," kata Cohen Kadosh, yang menyebutnya sebagai "waktu yang mengasyikkan" untuk bidang penelitian stimulasi otak.

Namun, ia menekankan masalah etika utama dalam studi ini yaitu mengenai risiko bahwa teknologi semacam itu dapat menjadi lebih tersedia bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial, yang memperlebar -- alih-alih menutup -- kesenjangan akses.

Ia juga mendesak masyarakat untuk tidak mencobanya di rumah.

"Beberapa orang kesulitan belajar, dan jika penelitian kami terbukti berhasil di luar laboratorium, kami dapat membantu mereka memenuhi ambisi mereka dan membuka peluang yang mungkin tidak dapat diraih jika tidak demikian," ungkap dia. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.