Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Jakarta Alami Inflasi 0,03 Persen Dipicu Harga Emas dan Ongkos Tukang

📅 Jumat, 01 Nov 2024, 19:16 WIB | Oleh:
BPS: Jakarta Alami Inflasi 0,03 Persen Dipicu Harga Emas dan Ongkos Tukang Doc: ANTARA/Putu Indah Savitri
Ket. Arsip foto - Seorang pedagang menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dijual di Jakarta.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat Jakarta mengalami inflasi pada Oktober 2024 sebesar 0,03 persen secara bulanan (month to month) yang dipicu oleh meningkatnya tren harga emas hingga ongkos tukang.

"Inflasi Oktober 2024 ini sebesar 0,03 persen, relatif lebih terkendali dibandingkan tadi kita menyimak, rilis di level nasional itu inflasinya mencapai 0,08 persen," kata Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Nurul Hasanuddin dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Nurul menjelaskan bahwa Jakarta lebih dinamis dalam mengalami inflasi dan deflasi. Jika indeks harga konsumen secara nasional menunjukkan deflasi selama lima bulan berturut-turut, inflasi dan deflasi di Jakarta lebih fluktuatif.

Pada September 2024 atau bulan sebelumnya, Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,1 persen. Menurut Nurul, hal itu menjadi indikator bahwa dinamika iklim usaha di Jakarta secara umum lebih kondusif dan optimis.

Adapun untuk Oktober 2024, lima komoditas yang memberi andil paling banyak terhadap inflasi, yakni emas dan perhiasan yang mengalami peningkatan harga hingga 4,28 persen; biaya tukang bukan mandor sebesar 5,41 persen; daging ayam ras sebesar 1,93 persen; kopi bubuk sebesar 2,23 persen dan beras yang meningkat 0,25 persen.

Nurul merinci bahwa perkembangan harga logam mulia dan tren emas yang meningkat menjadi penyumbang utama inflasi, baik secara nasional maupun regional Jakarta.

Kondisi geopolitik, seperti konflik di Timur Tengah hingga Rusia dan Ukraina membuat situasi penuh ketidakpastian dan para pengusaha mengalihkan investasinya ke komoditas emas.

Selain itu, harga ayam hidup (livebird) juga mengalami peningkatan di tingkat produsen, sehingga memicu meningkatnya harga daging ayam ras.

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah transportasi yang dipicu dari turunnya harga bensin sebesar 1,63 persen; tiket pesawat sebesar 2,16 persen. Harga BBM yang mengalami penyesuaian menjadi penyebab deflasi pada sektor transportasi.

"Pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM. Kami catat ada Pertamax dan Pertamax Turbo itu yang ada penurunan harga di 1 Oktober lalu," kata Nurul.

Kemudian, komoditas lainnya yang memicu deflasi juga terjadi pada cabai merah yang turun 11,26 persen; bawang merah sebesar 2,49 persen dan cabai rawit sebesar 5,37 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.