Mengapa Swiss Memilih Jadi Negara Netral?
📅 Rabu, 30 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoSeperti yang dicatat Andrew Roberts, Napoleon menulis pada bulan September 1802 bahwa pemerintah Swiss pro-Prancis yang baru harus dibentuk atau "tidak akan ada Swiss". Akibatnya, ia mengumumkan Undang-Undang Mediasi pada tahun 1803. Alexander Grab menjelaskan bahwa hal ini mengubah Swiss dengan menciptakan pemerintah pusat yang rapuh dan sembilan belas kanton.
Bulan berikutnya, pada bulan Oktober 1803, salah satu calon marsekal Napoleon, Michel Ney, memimpin pasukan melalui Swiss untuk memaksakan otoritas Prancis. Andrew Roberts mengatakan pasukan Ney dengan cepat menduduki Zurich dan menghancurkan pemberontakan di Bern.
Pada saat yang sama, Ney mengawasi pembentukan pemerintah pro-Prancis di ibu kota Swiss, Bern. Selain itu, Ney memeras sejumlah besar uang dari pemerintah untuk membayar operasi militer ini. Oleh karenanya meskipun Swiss secara resmi tetap netral, negara itu adalah negara satelit Prancis.
"Misalnya, Swiss menyediakan ribuan pasukan untuk pasukan Napoleon. Alexander Grab mengatakan bahwa 9.000 pasukan Swiss bertugas di pasukan Napoleon saja selama invasi Russia tahun 1812. Hanya sekitar 700 prajurit yang kembali dari Russia," tulis Pappas pada laman The Collector.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengakuan
Dukungan Swiss terhadap Napoleon berakhir setelah pertempuran Leipzig pada tahun 1813. Tahun berikutnya, Kanselir Austria Clemens von Metternich sangat marah karena Swiss memutuskan untuk bersikap netral daripada ikut berperang melawan Napoleon.
Berakhirnya Perang Napoleon pada tahun 1814-1815 membawa perubahan besar pada peta Eropa. Swiss mengalami perubahan teritorial dan politik yang cukup besar setelah Perang Napoleon. Perubahan ini ditetapkan selama Kongres Wina, yang diselenggarakan oleh apa yang disebut Kekuatan Besar yang telah mengalahkan Napoleon, yaitu Austria, Inggris, Prusia, dan Russia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengakuan kenetralan Swiss merupakan salah satu dari banyak perkembangan yang muncul dari Kongres Wina yang diadakan pada 1815. Kekuatan Besar Eropa, yang mencakup Prancis pasca-Napoleon, mengakui kenetralan Swiss sebagian besar berkat upaya diplomatik Charles Pictet de Rochemont dari Jenewa. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!