Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejari Ponorogo Tahan Lima Perangkat Desa Terkait Kasus Dugaan Pungli

📅 Rabu, 30 Okt 2024, 00:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kejari Ponorogo Tahan Lima Perangkat Desa Terkait Kasus Dugaan Pungli Doc: ANTARA/HO-Prastyo
Ket. Jaksa menunjukkan lima oknum perangkat desa diduga terlibat kasus pungli PTSL di Ponorogo.

Ponorogo - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo resmi menahan lima oknum perangkat Desa Sawoo atas dugaan pungutan liar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) periode 2021-2022.

"Kami sudah terlebih dulu menahan Kepala Desa Sawoo berinisial SRN. Dan sekarang giliran empat perangkat kepala dusun di Desa Sawoo berinisial DJS, MU, FSA, dan DMR, kami tahan di rutan," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Ponorogo, Yan Ardinata, Selasa.

Tersangka lain, PWD, berstatus tahanan kota karena alasan kesehatan."Kami menetapkan PWD sebagai tahanan kota karena kondisi kesehatannya menurun dan dalam pengawasan dokter spesialis," lanjut dia.

Kejaksaan akan menahan kelima tersangka selama 20 hari untuk melengkapi berkas persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

"Kasus ini kini telah menahan total delapan orang, yakni satu kepala desa dan tujuh perangkat," ujarnya.

Yan menjelaskan, para tersangka diduga memiliki peran yang sama dengan SRN, yaitu menggerakkan perangkat desa dan meminta warga membayar sejumlah uang untuk program PTSL, meskipun pada tahun 2021-2022 Desa Sawoo belum memiliki program tersebut.

"Mereka mendorong warga untuk membayar sejumlah uang dengan dalih program PTSL," imbuh Yan.

Dijelaskan, para tersangka diduga terlibat dalam penarikan biaya ilegal dari masyarakat untuk pengurusan sertifikat tanah di luar ketentuan program PTSL.

Program ini harusnya gratis. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, warga yang mengurus sertifikasi tanah melalui program PTSL ditarik sejumlah uang.

Menurut pihak kejaksaan, modus operandi para tersangka meliputi pengumpulan sejumlah uang dari warga melalui kepala desa, yang sebelumnya telah lebih dulu ditahan dalam kasus yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.