7 Hari Tanpa Tidur! Basarnas Ungkap Kelelahan Ekstrem Tim SAR di Sumatera & Aceh
📅 Senin, 01 Des 2025, 16:20 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
JAKARTA - Basarnas mengungkapkan kondisi kelelahan ekstrem yang dialami tim SAR setelah tujuh hari bekerja tanpa henti mengevakuasi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Medan berat, cuaca ekstrem, serta akses komunikasi yang terputus membuat tekanan fisik dan mental para penyelamat meningkat tajam di tengah operasi terbesar tahun ini.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa tim SAR bekerja 24 jam nonstop dalam situasi medan berat, komunikasi terputus, dan cuaca ekstrem, sehingga membutuhkan stamina ekstra.
Kondisi tersebut terjadi setelah tim SAR yang ditempatkan di titik-titik terisolasi harus berjalan kaki berjam-jam menyusuri medan licin dan terjal tanpa kontak radio memadai, sehingga tekanan fisik dan mental cukup tinggi.
Beberapa personel, kata dia, sudah bertugas lebih dari 72 jam tanpa jeda ketika banjir bandang dan longsor terjadi secara bersamaan, terutama di Agam dan Tapanuli Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Basarnas kemudian menambah pasukan cadangan dari menggunakan KN Ganesha dari Jakarta dan Kantor SAR Pekanbaru untuk menggantikan personel yang sudah kelelahan di Aceh dan Sumatera Barat.
Sementara di Sumatera Utara, beban kerja meningkat karena banyaknya desa terisolasi yang hanya dapat dijangkau dengan helikopter, sehingga tim harus melakukan evakuasi udara berkali-kali dalam sehari.
Syafii menyatakan bahwa keselamatan penyelamat/rescuer tetap menjadi prioritas utama, dan rotasi tim mulai dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas operasi dan menghindari kecelakaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dukungan berbagai pihak terus mengalir agar operasi kemanusiaan ini dapat berjalan optimal hingga seluruh korban ditemukan," cetusnya
Pusat Pengendalian Operasi Basarnas mencatat total 33.620 warga terdampak, 447 korban meninggal dan 399 orang masih hilang. Dari jumlah tersebut hingga hari ini sebanyak 33.173 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Dalam kesempatan operasi yang sama di Provinsi Aceh, Basarnas mengevakuasi 1.146 warga, dimana 102 meninggal dunia dan 116 masih dalam pencarian. Sebanyak 165 personel Basarnas diterjunkan untuk memperkuat Kantor SAR Banda Aceh.
Wilayah Sumatera Utara mencatat kondisi darurat paling luas, dengan 3.029 warga terdampak, 217 meninggal, dan 168 masih hilang. Basarnas mengerahkan helikopter, kapal, drone, perahu karet, dan 121 personel untuk mendukung operasi.
Di Sumatera Barat, 29.445 warga terdampak dan 128 meninggal dunia. Operasi difokuskan pada desa-desa terisolasi serta lokasi longsor besar yang menyulitkan akses tim penyelamat menuju titik pencarian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!